Bagaimana Tekanan Ekonomi Mengguncang Israel, Ini Tiga Indikatornya?
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i176250-bagaimana_tekanan_ekonomi_mengguncang_israel_ini_tiga_indikatornya
Analis ekonom iserta data dan statistik lembaga resmi rezim Zionis menunjukkan bahwa Israel menghadapi tiga masalah ekonomi besar: inflasi tinggi, perang yang melelahkan, dan biaya tak terkendali, yang berdampak negatif pada berbagai sektor ekonomi dan pasar tenaga kerja Israel.
(last modified 2025-08-27T00:01:41+00:00 )
Aug 27, 2025 05:45 Asia/Jakarta
  • Bagaimana Tekanan Ekonomi Mengguncang Israel, Ini Tiga Indikatornya?

Analis ekonom iserta data dan statistik lembaga resmi rezim Zionis menunjukkan bahwa Israel menghadapi tiga masalah ekonomi besar: inflasi tinggi, perang yang melelahkan, dan biaya tak terkendali, yang berdampak negatif pada berbagai sektor ekonomi dan pasar tenaga kerja Israel.

Tehran, Pars Today, Mohamed Mokhtar, penulis dan jurnalis Mesir dalam sebuah laporan membahas dampak ekonomi dari perang yang dipicu rezim Zionis di kawasan, khususnya di Jalur Gaza, terhadap rezim ini, dan berdasarkan data serta statistik resmi menggambarkan kondisi suram Tel Aviv.

Dalam laporan yang diterbitkan oleh surat kabar Independent Arabi disebutkan: perang Gaza telah mendorong tingkat inflasi Israel ke level yang mengkhawatirkan dan menunda setiap kemungkinan penurunan suku bunga. Data resmi terbaru juga menunjukkan bahwa indeks harga konsumen rezim Zionis pada bulan Juli meningkat 0,4 persen. Meski kenaikan ini sesuai dengan ekspektasi pasar, rincian angka tersebut menampilkan prospek ekonomi yang lebih suram daripada yang terlihat pada awalnya.

Menurut laporan ini dan seperti ditulis surat kabar ekonomi Israel Calcalist, semua tudingan diarahkan pada perang Gaza dan serangan roket yang menyertainya, yang menargetkan kota-kota besar di wilayah pendudukan Palestina. Kerusakan langsung ini memperdalam kesenjangan pasokan di pasar real estat, menyebabkan kenaikan berulang harga sewa serta biaya terkait perumahan seperti pajak properti, asuransi, dan penyusunan kontrak, sehingga memperburuk kondisi ekonomi rezim Zionis.

Selain itu, data bulan Juli menunjukkan bahwa di tengah berkurangnya jumlah penerbangan secara terus-menerus di wilayah pendudukan—karena sebagian maskapai belum kembali beroperasi penuh seperti sebelum perang—terjadi peningkatan signifikan sebesar 12 persen di sektor perjalanan ke luar wilayah pendudukan.

Menurut data Bank Sentral rezim Zionis, biaya layanan kesehatan, termasuk premi asuransi kesehatan dari dana asuransi dan perusahaan swasta, naik 0,2 persen. Sementara itu, sektor pendidikan dan hiburan juga mencatat kenaikan 0,6 persen.

Laporan tersebut menambahkan bahwa akibatnya, inflasi inti—yang tidak termasuk harga makanan dan energi—kembali meningkat dan melampaui 3,1 persen. Hal ini menunjukkan bahwa akar inflasi Israel dalam lebih dalam dan tidak semata-mata terkait dengan fluktuasi harga global.

Para ekonom di Israel memperingatkan bahwa kekurangan tenaga kerja yang diperkirakan akan terjadi, membuat keadaan semakin suram. Dengan berlanjutnya mobilisasi pasukan cadangan untuk perang dan intensifikasi operasi rezim ini di Gaza, diperkirakan segera akan muncul kekurangan tenaga kerja yang parah di Israel, yang pada gilirannya memperburuk krisis pasokan barang di sektor-sektor vital.

Dalam situasi seperti ini, Bank Sentral Israel menghadapi dilema tiga lapis: di satu sisi, tingkat inflasi saat ini tidak memungkinkan penurunan suku bunga; di sisi lain, stabilitas makroekonomi terguncang akibat perang dan sanksi dagang tak resmi dari mitra Eropa; dan di sisi lain, pasar tenaga kerja yang kuat serta tingginya belanja publik meningkatkan permintaan domestik dan mendorong harga lebih tinggi lagi.

Dengan mempertimbangkan perkembangan ini, para analis menolak kemungkinan Bank Sentral Israel meniru langkah mitranya di Amerika Serikat yang hampir menurunkan suku bunga. Inflasi tinggi, keterbatasan pasokan akibat perang, serta ekspansi fiskal kabinet Zionis semuanya menjadi faktor yang mendorong bank sentral mempertahankan suku bunga saat ini, bahkan mungkin memperpanjangnya lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Menurut para analis, beginilah perang Gaza berubah dari sebuah konfrontasi militer menjadi krisis ekonomi bagi rezim Zionis, yang sangat memengaruhi perekonomiannya.(PH)