Kanal 12 Israel: Pelayat Iran Tuntut Balas Dendam
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i192534-kanal_12_israel_pelayat_iran_tuntut_balas_dendam
Pars Today – Saluran 12 Televisi Rezim Zionis menggambarkan upacara perpisahan rakyat dengan Pemimpin Revolusi sebagai aksi unjuk kekuatan negara (sistem Republik Islam Iran).
(last modified 2026-07-04T11:27:34+00:00 )
Jul 04, 2026 18:25 Asia/Jakarta
  • Warga Iran hadiri tasyi jenazah Imam Khamenei
    Warga Iran hadiri tasyi jenazah Imam Khamenei

Pars Today – Saluran 12 Televisi Rezim Zionis menggambarkan upacara perpisahan rakyat dengan Pemimpin Revolusi sebagai aksi unjuk kekuatan negara (sistem Republik Islam Iran).

Menurut laporan Kantor Berita Tasnim: Media Israel yang memiliki banyak pemirsa ini dalam laporan berkelanjutannya tentang upacara perpisahan dengan Pemimpin Umat yang Syahid, Imam Khamenei, menulis bahwa masih jutaan orang dalam perjalanan untuk berpartisipasi dalam upacara pemakaman. Para hadirin di Tehran dengan meneriakkan slogan-slogan menuntut pembalasan terhadap Israel dan Amerika Serikat. Upacara ini berlangsung hingga empat hari dan juga diadakan di Irak. Komandan Korps Garda Revolusi menegaskan: "Mereka yang bermimpi untuk menaklukkan kami akan mengubur mimpi itu bersama mereka." Barat secara saksama memantau upacara pemakaman ini.

 

Media berbahasa Ibrani ini di situs informasinya menulis: Acara tasyi' dan perpisahan dengan jenazah Ayatullah Syahid Sayid Ali Khamenei, mantan pemimpin Republik Islam, hari ini (Sabtu, 4/7) memasuki hari kedua. Musalla Imam Khomeini di Tehran, tempat jenazahnya disemayamkan, menyaksikan kehadiran massa besar yang meneriakkan slogan-slogan menuntut pembalasan terhadap Israel dan Amerika Serikat.

 

Berdasarkan jadwal yang diumumkan, upacara ini akan berlangsung selama 6 hari dan setelah melewati berbagai kota di Iran dan Irak, akan berakhir pada hari Kamis dengan pemakaman di Mashhad.

 

Tadi malam, upacara perpisahan khusus diadakan dengan dihadiri oleh pejabat-pejabat tinggi militer termasuk para ketua tiga lembaga kekuasaan.

 

Ahmad Vahidi, Panglima Korps Garda Revolusi, juga dalam upacara tersebut dalam pidatonya menekankan sikap teguh dan berkata: "Mereka yang bermimpi menaklukkan bangsa kami akan mengubur mimpi itu bersama mereka."

 

Upacara duka umum juga dimulai sejak pagi ini. Sebelum dimulainya secara resmi bagian ini, sejumlah pejabat dan utusan asing dengan hadir di Musalla Tehran memberikan penghormatan kepada jenazahnya; tempat yang selama beberapa dekade terakhir telah menyaksikan banyak pidato-pidato kunci beliau sebagai pemimpin Republik Islam. (MF)