"Bendera Perlawanan Tak Akan Jatuh": Pujian dari Bahrain untuk Warisan Khamenei"
-
Rashed Al-Rashed, seorang cendekiawan dan peneliti Bahrain
Pars Today - Seorang cendekiawan dan peneliti Bahrain mengatakan bahwa martabat kesyahidan adalah akhir yang indah dan hadiah ilahi untuk tahun-tahun perjuangan tulus Imam Khamenei di jalan Allah.
Melansir ParsToday, 6 Juli 2026, Pars Today melaporkan bahwa Rashed Al-Rashed, seorang cendekiawan dan peneliti Bahrain, dalam wawancaranya dengan IRNA, mengatakan, "Kehadiran megah bangsa Iran dalam upacara perpisahan dengan Imam Syahid adalah indikasi dari besarnya bencana ini dan kebesaran seorang pria yang menghabiskan hidupnya untuk melayani Islam dan masalah-masalah umat Islam."
Ia menambahkan, "Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahi kita pengenalan akan Imam Mujahid Syahid, pemikiran-pemikirannya, dan perjuangan besarnya, dan bahwa kita hidup di masa tokoh besar dalam sejarah ini."
Al-Rashed mengatakan, "Imam Khamenei membawa umat Islam ke titik di mana musuh-musuh dan para penindas hari ini tidak dapat menakuti bahkan anak-anak dari umat ini, apalagi para pejuang pemberani dan mujahid di medan perang."
Ia mengatakan, "Pemimpin besar ini meninggalkan di belakangnya pasukan dari para pencari kebebasan dan orang-orang terhormat yang melangkah di jalurnya yang bercahaya, berpegang pada jalan hidupnya yang suci, dan memikul bendera martabat dan kehormatan yang ia kibarkan."
Peneliti Bahrain ini menegaskan, "Kehadiran megah para pencari kebebasan dari seluruh dunia dalam upacara perpisahan dengan Imam Mujahid Syahid adalah tanda bahwa benderanya tidak akan jatuh ke tanah, dan bahwa jalan perlawanan dan perjuangan akan terus berlanjut."
Pernyataan cendekiawan Bahrain Rashed Al-Rashed bahwa kesyahidan Khamenei adalah "hadiah ilahi" adalah perspektif teologis yang menarik. Ini menunjukkan bahwa dalam pandangan beberapa kalangan di dunia Muslim, kematian Khamenei bukan hanya tragedi, tetapi juga puncak dari kehidupan yang dikuduskan—sebuah pengakuan bahwa ia telah mencapai status tertinggi sebagai seorang syahid.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa solidaritas dengan Iran dan perlawanan melampaui batas-batas politik. Meskipun Bahrain adalah sekutu dekat AS dan memiliki hubungan yang tegang dengan Iran, para intelektual dan ulama Syiah di Bahrain tetap menghormati Khamenei dan melihatnya sebagai pemimpin spiritual.(Sail)