Pemakaman Rahbar Syahid
Ansarullah: Upacara Perpisahan dengan Imam Syahid Kacaukan AS dan Barat
-
Tasyi' Pemimpin Syahid
Pars Today – Anggota Biro Politik Ansarullah menilai kehadiran jutaan rakyat dalam upacara perpisahan dengan Imam Syahid membawa pesan-pesan penting yang mengacaukan musuh Amerika-Zionis.
Menurut laporan Kantor Berita Mehr yang mengutip Al-Masirah, Ali Al-Dailami, anggota senior Ansarullah Yaman, dalam pernyataannya tentang kehadiran jutaan rakyat dalam upacara perpisahan dengan Pemimpin Syahid Umat Islam, menyatakan bahwa upacara besar ini dengan kerumunan massal dan gelombang manusianya, telah memusnahkan kebatilan dan menyampaikan pesan-pesan penting yang menunjukkan hubungan erat umat Islam dengan kepemimpinannya, komitmen terhadap Islam sebagai kompas, dan dedikasi pada jalan perlawanan, jihad, dan ketabahan.
Ia menambahkan: Epik besar ini telah menjerumuskan Barat dan terutama pihak Amerika, yang setelah mengeluarkan dana besar-besaran dalam beberapa tahun terakhir untuk menciptakan perpecahan antara kepemimpinan dan rakyat Iran, kini dilanda keputusasaan, ke dalam keterkejutan yang mendalam.
Tokoh Yaman ini menegaskan bahwa seluruh dunia, termasuk musuh-musuh perlawanan, dengan pengakuan mereka sendiri, menyaksikan epik besar ini yang ditulis oleh rakyat Iran dan kemudian rakyat Irak serta seluruh poros perlawanan, dan menyampaikan pesan penting dengan makna bahwa umat Islam dan perlawanan terjaga dan hidup, bangga dengan agama dan nilai-nilai mereka, dan akan melanjutkan jalan ini tanpa keraguan.
Ali Al-Dailami menyatakan: Amerika sangat terkejut melihat pemandangan-pemandangan ini, dan pemerintah AS dengan histeria dan kegilaan ekstremnya, meminta Departemen Keuangan negara itu untuk memberlakukan kembali sanksi-sanksi yang seharusnya dicabut selama 60 hari terhadap Iran; sesuatu yang menunjukkan kekacauan psikologis yang mendalam di pihak Amerika.
Anggota Ansarullah ini menyoroti laporan-laporan media Barat tentang upacara perpisahan dengan Imam Syahid Umat, di mana mereka berbicara dengan nada lemah dan kekalahan; karena mereka tidak pernah membayangkan akan berada dalam situasi seperti ini. (MF)