Al-Mayadeen: Pemakaman Massal Pemimpin Syahid Revolusi adalah Simbol Kekalahan Trump
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i192886-al_mayadeen_pemakaman_massal_pemimpin_syahid_revolusi_adalah_simbol_kekalahan_trump
Pars Today - Jaringan Al-Mayadeen menilai penyelenggaraan pemakaman massal Imam Khamenei sebagai simbol kekalahan Trump dan penyampaian citra benar tentang Dunia Islam, serta menegaskan bahwa Amerika Serikat kehilangan eibawanya di dunia.
(last modified 2026-07-09T12:08:37+00:00 )
Jul 09, 2026 18:51 Asia/Jakarta
  • Pemakaman Pemimpin Syahid
    Pemakaman Pemimpin Syahid

Pars Today - Jaringan Al-Mayadeen menilai penyelenggaraan pemakaman massal Imam Khamenei sebagai simbol kekalahan Trump dan penyampaian citra benar tentang Dunia Islam, serta menegaskan bahwa Amerika Serikat kehilangan eibawanya di dunia.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip koresponden Mehr, para analis urusan internasional kepada jaringan berita Al-Mayadeen menyatakan bahwa penyelenggaraan massal upacara pemakaman jenazah Yang Mulia Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Syahid Revolusi Islam Iran, dianggap sebagai simbol kekalahan Trump.

 

Para analis ini menegaskan bahwa Amerika Serikat setelah kekalahannya dari Iran dalam agresi yang dilakukannya terhadap negara itu, telah kehilangan wibawanya di hadapan dunia.

 

Para pengamat urusan internasional juga menekankan bahwa pemakaman megah Pemimpin Syahid Revolusi Islam Iran di alun-alun dan jalan-jalan, telah menampilkan citra yang benar tentang dunia Islam yang menggagalkan tujuan-tujuan Amerika Serikat di kawasan.

 

Al-Mayadeen juga merujuk pada kerumunan yang menunggu pelaksanaan upacara pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi Islam Iran di kota suci Mashhad sebelum kedatangan jenazah suci Pemimpin Syahid ke kota tersebut, dan menekankan bahwa bendera-bendera merah balas dendam lebih banyak berada di tangan para pelayat dibandingkan simbol-simbol lainnya.

 

Koresponden Al-Mayadeen dalam hal ini menyatakan bahwa seluruh pelayat dan pejabat Iran menganggap tuntutan balas darah atas Pemimpin Syahid Iran sebagai bagian dari upaya mengakhiri kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan. (MF)