Guterres: Pelanggaran Perjanjian Penarikan Pasukan Israel dari Suriah Harus Dihentikan
-
Sekjen PBB Antonio Guterres
Pars Today – Sekretaris Jenderal PBB mengatakan bahwa pelanggaran perjanjian penarikan pasukan dari Suriah oleh rezim Zionis harus dihentikan.
Menurut laporan Kantor Berita Mehr yang mengutip Al-Jazeera, Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal PBB, Minggu (26/7) menyatakan bahwa pelanggaran perjanjian penarikan pasukan dari Suriah oleh Israel "tidak dapat diterima dan harus dihentikan," dan menuntut penghormatan penuh terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negara tersebut.
Ia di X menulis: "Kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan integritas teritorial Suriah harus sepenuhnya dihormati."
Ia menambahkan: "Pelanggaran perjanjian penarikan pasukan dari Suriah oleh Israel tidak dapat diterima dan harus dihentikan."
Pernyataan ini disampaikan selama kunjungan Guterres ke Damaskus, yang merupakan kunjungan pertama seorang Sekretaris Jenderal PBB sejak kunjungan Ban Ki-moon ke Suriah pada tahun 2009.
Agenda kunjungannya mencakup kunjungan ke Pasukan Pengamat PBB yang telah ditempatkan di zona penyangga di Dataran Tinggi Golan yang diduduki sejak misi ini dibentuk oleh Dewan Keamanan PBB berdasarkan Resolusi 350 pada tahun 1974 untuk memantau gencatan senjata antara Suriah dan Israel.
Kunjungan ini juga dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di Suriah selatan setelah pengumuman Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis, tentang runtuhnya perjanjian penyangga tahun 1974 pada 8 Desember 2024.
Pasukan Israel selanjutnya ditempatkan di zona penyangga di Suriah, dan hal ini telah menyebabkan permintaan berulang dari PBB agar Israel mematuhi perjanjian dan menghormati kedaulatan Suriah. (MF)