Protes Damai Rakyat Bahrain
Ribuan Warga Bahrain kembali berkumpul di rumah Sheikh Isa Qassim, ulama besar Syiah di negara ini di distrik al-Diraz, Manama, ibukota Bahrain. Mereka meneriakkan slogan-slogan anti-rezim Al Khalifa dengan membawa bendera Bahrain dan foto Sheikh Qassim serta menuntut pembatalan keputusan-keputusan anti-ulama dan tokoh-tokoh politik Bahrain.
Rezim Al Khalifa mencabut kewarganegaraan Sheikh Qassim pada bulan Juni 2016. Keputusan ini menuai protes luas dari kalangan internal dan regional terutama dari warga Bahrain sendiri. Penindasan rezim Manama terhadap rakyat Bahrain terutama penindasan terhadap ulama besar yang memiliki posisi khusus di tengah-tengah masyarakat Islam di negara pesisir Teluk Persia ini telah menyulut kemarahan dan protes dari banyak kalangan.
Sejak bulan Juni 2016 hingga sekarang, warga Bahrain menggelar unjuk rasa di depan rumah Sheikh Qassim untuk menuntut pembatalan keputusan pencabutan kewarganegaraan ulama besar ini dan memprotes berbagai keputusan pengadilan terhadap para oposisi Bahrain. Mereka menegaskan bahwa keputusan tersebut bertentangan dengan hukum internasional dan Piagam PBB.
Protes berkelanjutan ribuan Warga Bahrain yang digelar di depan kediamanan Sheikh Qassim bertujuan untuk mencegah realisasi keinginan rezim Al Khalifa untuk mengasingkan dan mendeportasi ulama besar tersebut menyusul keputusan pencabutan kewarganegaraannya.
Gerakan protes damai rakyat Bahrain ini menunjukkan kewaspadaan mereka dalam menghadapi konspirasi dan penindasan rezim Al Khalifa. Tak diragukan lagi, berbagai bentuk protes damai warga Bahrain untuk merespon penindasan rezim Al Khalifa telah membuat kebingungan rezim ini dan menggagalkan upayanya untuk mencapai tujuan-tujuannya; yaitu memadamkan revolusi rakyat.
Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa dengan cara damai. Mereka menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan yang dipilih langsung oleh rakyat. Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan pasukan Arab Saudi, rezim Manama menumpas para revolusioner dan aktivis Bahrain.
Perlawanan damai dan berkelanjutan rakyat Bahrain terhadap penindasan rezim Al Khalifa menyebabkan rezim ini mendapat tekanan dari banyak kalangan. Hal ini terlihat dari meluasnya protes opini publik terhadap Al Khalifa yang telah melanggar Hak Asasi Manusia di Bahrain. Protes luas terhadap rezim Al Khalifa bahkan telah sampai ke PBB, di mana lembaga internasional ini berulang kali memprotes pencabutan kewarganegaraan Sheikh Qassim.
PBB juga menuntut rezim Al Khalifa untuk menghormati hak rakyat Bahrain untuk melakukan protes damai dan meminta rezim tersebut komitmen dengan hukum internasional terkait HAM. Namun sayangnya, meski terdapat tekanan dari masyarakat internasional, rezim Manama masih melanjutkan penangkapan, penindasan dan bahkan pencabutan kewarganegaraan para aktivis Bahrain.
Kebijakan represif rezim Al Khalifa menunjukkan bahwa rezim ini tidak meyakini adanya batasan dalam melakukan kejahatan terhadap rakyat Bahrain. Dalam beberapa bulan terakhir, rezim tersebut telah menangkap, menyiksa dan mencabut kewarganegaraan para oposisi. Kebijakan otoriter ini memiliki dimensi yang lebih luas dan dalam waktu yang sama juga sangat mengkhwatirkan. Pasalnya, tindakan tersebut semakin mempersempit ruang gerak oposisi untuk mencapai hak-haknya.
Rezim Al Khalifa telah melakukan penindasan luas terhadap rakyat Bahrain dan melanggara hak-hak mereka. Kini Bahrain telah berubah menjadi tempat untuk melanggar HAM dalam skala luas, bahkan rezim Al Khalifa dikenal di kancah internasinal sebagai rezim yang represif dan otoriter.
Rakyat Bahrain melanjutkan protes damainya di berbagai wilayah di negara ini terutama di Manama, ibukota Bahrain, meskipun Kementerian Dalam Negeri melarang penyelenggaraan segala bentuk unjuk rasa. Kelanjutan kebangkitan rakyat Bahrain telah membuat Al Khalifa menghadapi krisis legitimasi di negara ini. Meningkatnya penindasan dan kebijakan represif rezim Al Khalifa juga justru semakin memperkuat tekad rakyat Bahrain untuk menuntut hak-hak legalnya. (RA)