Pakar Arab: Keteguhan Iran Membuat Trump di Ambang Kegilaan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i195796-pakar_arab_keteguhan_iran_membuat_trump_di_ambang_kegilaan
Seorang penulis dan pakar masalah Asia Barat mengatakan: kesabaran strategis dan ekonomi Iran telah membuat Presiden Amerika Serikat Donald Trump berada pada tahap kegilaan.
(last modified 2026-08-29T04:20:57+00:00 )
Aug 29, 2026 11:06 Asia/Jakarta
  • Pakar Arab: Keteguhan Iran Membuat Trump di Ambang Kegilaan

Seorang penulis dan pakar masalah Asia Barat mengatakan: kesabaran strategis dan ekonomi Iran telah membuat Presiden Amerika Serikat Donald Trump berada pada tahap kegilaan.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, penulis dan pakar Arab mengenai masalah Asia Barat, Fares Al-Habashneh, dalam sebuah tulisan yang diterbitkan di situs Arab 21, menulis: pendekatan strategis Amerika Serikat saat ini terhadap Iran berfokus pada pemberlakuan tekanan ekonomi serta blokade maritim dan finansial.

Ia menambahkan: kebijakan blokade ekonomi dan sanksi telah dijalankan Amerika Serikat sejak 1979, yaitu sejak kemenangan Revolusi Islam Iran, dan selama beberapa dekade setelahnya. Selama bertahun-tahun tersebut, Iran menghadapinya melalui kebijakan pintu terbuka terhadap negara-negara tetangga, Rusia, China, dan para sekutunya di kawasan.

Ia menambahkan: pemerintah Amerika Serikat mengandalkan blokade ekonomi sebagai sarana untuk memperoleh konsesi dari Iran, mengubah perilaku Iran, dan mendefinisikan kembali makna pengaruh regional. Namun, masalah dengan pilihan strategis Amerika Serikat berupa sanksi ekonomi adalah bahwa selama beberapa dekade Iran telah terbiasa beradaptasi dengan sanksi, tuntutan, dan biaya yang ditimbulkannya.

Pakar tersebut menegaskan: kesabaran strategis dan ekonomi Iran telah membuat pihak Amerika kebingungan dan membuat Presiden Amerika Serikat berada dalam kondisi kegilaan yang tak tertahankan karena keteguhan dan keberanian sikap Iran; terutama karena Trump suka memperoleh hasil dengan cepat dalam perang dan krisis, serta membayangkan bahwa tidak ada seorang pun yang akan membangkang terhadap perkataannya atau menolak permintaannya, dan bahwa segala sesuatu tanpa pengecualian akan berjalan sesuai keinginannya.

Ia menegaskan bahwa dengan menerapkan kebijakan mengisolasi dan memblokade ekonomi Iran, Amerika Serikat berusaha memperoleh hasil yang tidak berhasil diraihnya melalui perang militer.