Israel Gerebek Tepi Barat, Pemukim Coba Bakar Masjid di Nablus
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i196034-israel_gerebek_tepi_barat_pemukim_coba_bakar_masjid_di_nablus
Pars Today - Sumber-sumber berita melaporkan bahwa pasukan rezim Zionis juga menggerebek wilayah di Tepi Barat.
(last modified 2026-09-01T08:47:04+00:00 )
Sep 01, 2026 15:45 Asia/Jakarta
  • Tentara Israel di Tepi Barat
    Tentara Israel di Tepi Barat

Pars Today - Sumber-sumber berita melaporkan bahwa pasukan rezim Zionis juga menggerebek wilayah di Tepi Barat.

Melaporkan Pars Today dari IRIB, Selasa, 01 September 2026, jaringan Palestina Al-Yawm melaporkan bahwa pasukan rezim Zionis menggerebek kota Al-Khalil (Hebron) dan pemukiman Tuffuh di selatan Tepi Barat.

Pasukan tentara rezim Zionis juga menangkap sejumlah pemuda Palestina dalam serangan di pemukiman Rummanah, barat Jenin.

Sementara itu, pasukan pendudukan menggerebek pemukiman Tamun, selatan Tubas, dan wilayah Dhanabah, timur Tulkarm.

Di sisi lain, pemukim Zionis, pada Selasa (1/9) dini hari, dalam tindakan baru terhadap tempat-tempat keagamaan dan suci Palestina, berupaya membakar Masjid "Nur al-Din Zanki" di pemukiman "Bazariya", barat laut Nablus.

Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa para pemukim, setelah berupaya mencongkel pintu masjid, membakar sebuah ruangan di dekatnya, dan sebelumnya juga menggoreskan slogan-slogan rasis di lokasi masjid.

Kementerian Wakaf dan Urusan Keagamaan Palestina, dengan mengutuk serangan ini, menekankan bahwa penargetan masjid dan tempat-tempat keagamaan menunjukkan tindakan berbahaya dan terorganisir yang memicu ketegangan, yang bertujuan untuk memprovokasi perasaan Muslim dan menodai tempat-tempat suci.

"Pasukan Israel dan pemukim Zionis melancarkan serangan di Tepi Barat, termasuk penggerebekan di Hebron, Tuffuh, Rummanah, Tamun, dan Dhanabah, dengan penangkapan pemuda Palestina. Para pemukim juga berupaya membakar Masjid Nur al-Din Zanki di Bazariya, barat laut Nablus, setelah menggoreskan slogan-slogan rasis dan membakar ruangan di dekatnya. Kementerian Wakaf Palestina mengutuk serangan itu sebagai tindakan terorganisir yang memicu ketegangan dan menodai tempat-tempat suci."(Sail)