Qadumi: Badai Al-Aqsa Mengubah Konstelasi Kawasan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i198114-qadumi_badai_al_aqsa_mengubah_konstelasi_kawasan
Perwakilan Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) di Tehran menyebut Operasi Badai Al-Aqsa sebagai sebuah kebutuhan yang mengubah konstelasi kawasan.
(last modified 2026-10-07T04:27:19+00:00 )
Okt 07, 2026 11:18 Asia/Jakarta
  • Qadumi: Badai Al-Aqsa Mengubah Konstelasi Kawasan

Perwakilan Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) di Tehran menyebut Operasi Badai Al-Aqsa sebagai sebuah kebutuhan yang mengubah konstelasi kawasan.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, Khaled Qadumi, perwakilan Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) di Tehran, dalam menjelaskan alasan dimulainya Operasi Badai Al-Aqsa dan berbagai pencapaiannya mengatakan: “Bertahun-tahun pendudukan, pembangunan permukiman, penodaan terhadap Masjid Al-Aqsa, pengepungan Gaza, penangkapan dan pembunuhan warga Palestina, serta ketidakpedulian dunia terhadap hak-hak sebuah bangsa pada akhirnya menguras kesabaran rakyat.”

Qadumi mengatakan: “7 Oktober merupakan kekalahan strategis bagi Israel, sementara bagi Palestina merupakan sebuah kemenangan penting. Sebab, rakyat Palestina berhasil melewati rintangan dan pagar-pagar keamanan rezim tersebut serta memasuki wilayah pendudukan. Jika mereka memiliki fasilitas dan dukungan yang lebih besar, dan jika masyarakat internasional tidak membiarkan mereka sendirian, mereka bisa saja meraih pencapaian militer yang lebih besar.”

Ia menambahkan: “Rakyat Palestina juga berhasil menangkap sejumlah besar warga Israel, termasuk personel militer, para pemukim, dan orang-orang bersenjata, sehingga dapat membebaskan sejumlah tahanan Palestina mereka dari penjara-penjara Israel.”

Qadumi menegaskan: “7 Oktober menunjukkan bahwa Israel tidak siap menghadapi serangan tersebut dan rakyat Palestina berhasil mengejutkannya. Yang lebih penting, rakyat Palestina membuktikan bahwa meskipun menghadapi keterbatasan geografis dan militer yang sangat berat, Israel tetap dapat dikalahkan. Artinya, teori yang menyatakan bahwa Israel tidak terkalahkan pada praktiknya telah runtuh.”

Ia menegaskan: “Perlawanan Islam di Palestina, meskipun berada dalam pengepungan dan dengan fasilitas yang terbatas, mampu melancarkan operasi tersebut berlandaskan keyakinan terhadap kebenaran dan keadilan perjuangannya, dengan memanfaatkan kemampuan yang mereka bangun sendiri.”

Qadumi menambahkan: “Di sisi lain, 7 Oktober kembali menempatkan isu Palestina di pusat perhatian berbagai kalangan internasional serta lembaga-lembaga hak asasi manusia dan hukum. Kini, tidak seorang pun dapat lagi mengabaikan rakyat Palestina maupun isu Palestina.”

Ia mengatakan: “7 Oktober bahkan mengubah konstelasi kawasan. Peristiwa itu menunjukkan bahwa hubungan dengan Israel tidak selalu merupakan sebuah keuntungan atau jalan keluar, melainkan telah berubah menjadi persoalan politik yang rumit, bahkan persoalan moral, bagi banyak negara.”