Pakar Arab: Mendekatkan Pandangan dengan Iran akan Perkuat Keamanan Global
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i198866-pakar_arab_mendekatkan_pandangan_dengan_iran_akan_perkuat_keamanan_global
Seorang pakar dan peneliti Arab di bidang masalah Asia Barat mengatakan bahwa mewujudkan keamanan di kawasan Teluk Persia dan mendekatkan pandangan dengan Republik Islam Iran akan meningkatkan keamanan global.
(last modified 2026-10-18T08:32:03+00:00 )
Okt 18, 2026 14:47 Asia/Jakarta
  • Pakar Arab: Mendekatkan Pandangan dengan Iran akan Perkuat Keamanan Global

Seorang pakar dan peneliti Arab di bidang masalah Asia Barat mengatakan bahwa mewujudkan keamanan di kawasan Teluk Persia dan mendekatkan pandangan dengan Republik Islam Iran akan meningkatkan keamanan global.

Seorang pakar dan peneliti Arab di bidang masalah Asia Barat mengatakan bahwa mewujudkan keamanan di kawasan Teluk Persia dan mendekatkan pandangan dengan Republik Islam Iran akan meningkatkan keamanan global.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRNA, Riyadh al-Wuhaili, pakar dan peneliti Arab di bidang masalah Asia Barat, dalam wawancara dengan jaringan berita Al-Ahed, menyinggung penyelenggaraan pertemuan selama dua hari Dewan Menteri Luar Negeri negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Baghdad, ibu kota Irak. Ia mengatakan bahwa penyelenggaraan pertemuan semacam ini di Baghdad menjadikan Irak sebagai kekuatan regional yang ingin menjalin hubungan dengan semua negara.

Ia menambahkan bahwa Irak ingin berperan dalam penyelesaian krisis Yaman dan mendekatkan pandangan terkait persoalan Iran. Meredakan krisis di kawasan membutuhkan keputusan tegas untuk mencegah meningkatnya ketegangan di Asia Barat.

Al-Wuhaili menegaskan bahwa keamanan Teluk Persia memengaruhi kesejahteraan ekonomi Irak. Negara itu berupaya membangun kemitraan nyata guna memperbaiki kondisi perekonomian bersama. Menurutnya, mewujudkan keamanan di kawasan Teluk Persia dan mendekatkan pandangan dengan Iran akan memperkuat keamanan global.

Mengenai persoalan Palestina, Al-Wuhaili menyatakan bahwa menyatukan sikap negara-negara Islam dalam kerangka Organisasi Kerja Sama Islam terkait persoalan Palestina merupakan langkah positif.

Ia menambahkan bahwa mengecam agresi Israel dan mendukung perjuangan Palestina turut membantu mewujudkan keamanan kawasan.

Pertemuan Dewan Menteri Luar Negeri negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam selama dua hari, yang diikuti oleh 55 negara anggota dan pengamat serta lebih dari 40 organisasi, dimulai pada Sabtu di Baghdad dengan mengusung tema “Dialog dan Solidaritas: Dua Pilar Utama untuk Meningkatkan Perdamaian dan Pembangunan Berkelanjutan”.

Organisasi Kerja Sama Islam didirikan pada 1969 dan beranggotakan 57 negara. Setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), OKI merupakan organisasi antarpemerintah terbesar kedua di dunia.