AS, Pengarah Konspirasi Anti Suriah
Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Moallem, mengatakan Amerika Serikat memimpin konspirasi terhadap Suriah, sementara negara-negara Barat dan kawasan juga membantu Washington di jalan itu.
Dalam wawancara dengan televisi al-Mayadeen, Lebanon yang tayang pada Senin (26/9/2016), Moallem menerangkan bahwa AS mempersenjatai teroris dan memberi dukungan dana kepada mereka serta memasok ribuan teroris dari perbatasan ke wilayah Suriah.
Menurutnya, hambatan utama penyelesaian politik untuk konflik Suriah adalah dukungan yang diberikan oleh AS dan sekutunya kepada kelompok-kelompok teroris yang beroperasi di negara Arab itu. "Jika AS punya tekad yang tulus untuk menyelesaikan krisis Suriah, negara itu harus mengakhiri dukungannya kepada teroris; sebuah dukungan yang diberikan lewat negara-negara sekutu Washington di Timur Tengah," tambahnya.
Moallem menegaskan bahwa dukungan AS dan negara-negara lain kepada teroris di Suriah masih berlanjut dan bantuan disalurkan melalui perbatasan Turki.
"AS juga tidak berkomitmen terhadap kesepakatannya dengan Rusia untuk memisahkan antara oposisi moderat dan Front al-Nusra. Serangan udara AS terhadap pasukan Suriah di Deir Ezzor telah menyingkap wajah asli Washington hanya dua hari sebelum berakhirnya gencatan senjata," terangnya.
Rangkaian perilaku AS dan sekutunya terhadap krisis Suriah mengindikasikan kebenaran penjelasan Moallem. Krisis Suriah muncul di tengah revolusi rakyat yang mengguncang kawasan, tetapi ia dari jenis yang berbeda. Perilaku AS sejak awal krisis menunjukkan bahwa negara itu sudah menyiapkan sebuah skenario busuk terhadap front terdepan perlawanan anti-Zionis.
Suriah adalah sebuah benteng utama perlawanan anti-Zionis dan AS dan sekutunya sekarang sedang mencoba untuk meruntuhkan benteng tersebut. Dukungan Barat terutama AS terhadap demokrasi di Suriah dan ungkapan simpati untuk rakyatnya sebenarnya hanya sebuah kedok dan bertujuan untuk menyesatkan opini publik dan di balik itu, menyimpan konspirasi jahat.
Jika AS benar-benar menghormati hak asasi manusia dan kebebasan, tentu mereka tidak akan membiarkan ribuan petempur asing dan bandit membantai perempuan dan anak-anak Suriah. Pemaksaan demokrasi kepada rakyat Suriah dengan melibatkan teroris semakin mempertegas adanya konspirasi jahat yang dipersiapkan terhadap Damaskus.
Apakah terbunuhnya hampir 300 ribu rakyat Suriah, hancurnya infrastruktur, terusirnya jutaan warga Suriah dari tanah airnya, adalah biaya yang harus dibayar untuk sebuah demokrasi, yang diklaim AS dan sekutunya selama lima tahun lebih?
AS dan sekutunya telah memberikan akses bebas kepada teroris dari sejumlah negara asing untuk menghancurkan Suriah. Lalu apakah ini yang disebut upaya untuk menyelamatkan rakyat Suriah? Apakah pembagian teroris baik dan buruk serta penggunaan istilah oposisi bersenjata moderat, cerminan dari rasa simpati AS dan sekutunya untuk rakyat Suriah dan upaya untuk menyelamatkan mereka dari konsidi saat ini?
Air mata buaya AS, Inggris, Perancis, Arab Saudi, dan Turki untuk rakyat Suriah dengan menggelar pertemuan Friends of Syria di New York, tidak mengejar tujuan lain kecuali mengelola opini publik dunia untuk memajukan misi mereka di Suriah.
Pada dasarnya, langkah-langkah yang diambil Barat dan sekutunya di Timur Tengah tidak berada dalam konteks untuk menumpas teroris dan mencari solusi politik untuk krisis Suriah. (RM)