Indikasi Berakhirnya Krisis Kepresidenan Lebanon
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i23731-indikasi_berakhirnya_krisis_kepresidenan_lebanon
Menyusul dukungan Saad Hariri, ketua Partai Al-Mustaqbal Lebanon, terhadap pemilihan Michel Aoun sebagai presiden baru negera ini, maka indikasi penyelesaian kebuntuan politik soal kekosongan jabatan Presiden Lebanon semakin menguat.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 21, 2016 16:48 Asia/Jakarta
  • Saad Hariri
    Saad Hariri

Menyusul dukungan Saad Hariri, ketua Partai Al-Mustaqbal Lebanon, terhadap pemilihan Michel Aoun sebagai presiden baru negera ini, maka indikasi penyelesaian kebuntuan politik soal kekosongan jabatan Presiden Lebanon semakin menguat.

Saad Hariri mendukung pemilihan Saad Hariri sebagai presiden baru dan menilai kekosongan jabatan kepresidenan ini menjadi faktor kelumpuhan lembaga-lembaga resmi dan kerugian ekonomi besar pada negara.

 

Dengan berakhirnya periode masa tugas Michel Sleiman pada bulan Mei 2014, pemilihan presiden Lebanon tidak kunjung terlaksana dan membentur jalan buntu. Faktor utama kebuntuan tersebut kembali pada mekanisme pemilihan presiden di Lebanon.

 

Di Lebanon, presiden tidak dipilih langsung oleh rakyat. Tugas pemilihan presiden adalah wewenang parlemen. Presiden Lebanon dipilih di antara kelompok Kristen Maronit dan disetujui oleh parlemen untuk masa tugas selama enam tahun.

 

Pemilihan presiden oleh parlemen Lebanon, bukan pada mekanisme pemilihannya melainkan jumlah kursi seimbang antara kelompok Kristen dan Muslim di parlemen. Oleh karena itu parlemen Lebanon tidak pernah mencapai suara mayoritas.

 

Dalam kondisi ini, nyaris seluruh isu politik membentu jalan buntu dan dalam banyak kasus berubah menjadi sebuah krisis. Sebagai contoh, pada tahun 2008 pemilihan presiden baru Lebanon membentur jalan buntu dan hampir berubah menjadi perang saudara. Berkat mediasi pemerintah Qatar, akhirnya Michel Sleiman ditunjuk menjadi presiden.

 

Pada tahun 2013 pasca pengunduran diri Najib Mikati dari jabatannya sebagai PM Lebanon dan pemilihan Tammam Salam, pembentukan kabinetnya berkepanjangan hingga 11 bulan karena tidak ada kata sepakat di parlemen soal susunan kabinet usulan perdana menteri.

 

Beberapa bulan pacsa pembentukan kabinet Tammam Salam, muncul kiris lain yaitu pemilihan presidne baru. Pada sidang parlemen untuk menggantikan posisi Sleiman, parlemen telah mencapai kuorum akan tetapi Samir Geagea gagal mendapat cukup dukungan dari para anggota parlemen. Sidang kedua hingga ke-45, gagal terlaksana karena tidak mencapai kuorum anggota parlemen. Sehingga kursi kepresidenan Lebanon kosong sampai 29 bulan.

 

Sebab tidak tercapainya kuorum anggota parlemen Lebanon juga karena perbedaan pendapat pada kandidat yang diusulkan untuk menduduki jabatan tersebut. Ketika kubu 8 Maret yang berafiliasi dengan Hizbullah Lebanon mengusulkan Michel Aoun, kelompok 14 Maret yang berafiliasi dengan Saad Hariri dan didukunga  Arab Saudi menentang pencalonan Michel Aoun.

 

Sekarang dengan dukungan dari Kelompok 14 Maret terhadap Michel Aoun, tampaknya krisis yang telah berlangsung selama 29 bulan ini segera akan berakhir. Michel Aoun adalah Ketua Fraksi Perubahan dan Reformasi Lebanon yang juga sekutu Hizbullah.(MZ)