Michel Aoun, Kandidat Tunggal Presiden Lebanon
Menteri luar negeri Lebanon menyatakan pemilihan presiden negara ini memasuki tahapan baru yang paling menentukan.
Gebran Bassil dalam pertemuan dengan ketua Partai Pasukan Lebanon, samir Geagea Kamis malam (27/10) mengungkapkan bahwa pemilihan presiden Lebanon yang akan digelar Senin mendatang merupakan sebuah titik balik dalam sejarah negara ini.
"Lebanon akan memasuki sebuah fase baru paling menentukan," ujar Bassil.
Ketua Gerakan Pembebasan Patriotik Lebanon (FPM) menegaskan dukungannya terhadap Michel Aoun sebagai presiden negara Arab ini.
Bassil juga menyerukan dukungan seluruh rakyat Lebanon terhadap pendiri FPM untuk memimpin Lebanon.
Sebelumnya, Ketua parlemen Lebanon, Nabih Berri menyerukan supaya seluruh anggota dewan legislatif menghadiri sidang ke-46 yang akan digelar pada 31 Oktober, dan memenuhi ambang batas minimal pemilihan presiden Lebanon.
Baru-baru ini, Saad Hariri, mantan perdana menteri Lebanon sekaligus ketua Gerakan al-Mustaqbal menyatakan dukungan terhadap Michel Aoun, kandidat presiden yang diusung oleh Hizbullah.
Sejak 25 Mei 2014 lalu hingga kini, Lebanon mengalami kevakuman politik dan elit politik negara ini hingga kini belum mencapai kesepakatan memilih presiden baru setelah Michel Sleiman mengakhiri masa jabatannya.