Al Abadi: Setelah Daesh Kalah, Pasukan AS Harus Keluar dari Irak
-
Haider Al Abadi, PM Irak
Perdana Menteri Irak menekankan penarikan pasukan koalisi internasional anti-Daesh pimpinan Amerika Serikat dari negara itu pasca kekalahan kelompok teroris Daesh.
Stasiun televisi Irak, Al Sumaria (6/12) melaporkan, Haider Al Abadi, PM Irak, Selasa (6/12) dalam jumpa persnya di Baghdad, mereaksi statemen Ashton Carter, Menteri Pertahanan Amerika terkait berlanjutnya kehadiran pasukan Amerika di Irak.
Al Abadi menegaskan, setelah perang melawan Daesh berakhir, Baghdad tidak akan mengijinkan pasukan asing atau Amerika tetap bercokol di wilayahnya dan tidak ada satu negarapun yang boleh mendirikan pangkalan militer di Irak.
Ashton Carter, Menhan Amerika, Sabtu lalu menekankan urgensi berlanjutnya kehadiran unit-unit militer Amerika dan sekutu-sekutunya di Irak.
Carter menuturkan, bahkan jika Daesh berhasil dikalahkan, Amerika tidak bermaksud keluar dari Irak.
PM Irak juga menyinggung operasi pembebasan Mosul dari tangan kelompok teroris Daesh dan mengatakan, operasi militer di kota Mosul, masih berlangsung sesuai rencana dan Provinsi Ninawa akan segera bebas dari pandudukan Daesh.
Operasi pembebasan Mosul dimulai 17 Oktober lalu atas perintah langsung Haider Al Abadi, PM Irak. Operasi itu dilancarkan dari enam front. Pasukan gabungan Irak, yang terdiri dari militer, polisi federal, pasukan sukarelawan rakyat dan Peshmerga, Kurdi sejak awal operasi, berhasil membebaskan sejumlah wilayah dan desa dari tangan teroris Daesh. (HS)