Mengapa Proyek Amerika-Zionis Melawan Iran Mengalami Kebuntuan?
https://parstoday.ir/id/news/iran-i185198-mengapa_proyek_amerika_zionis_melawan_iran_mengalami_kebuntuan
Perkembangan setelah perang Gaza menunjukkan bahwa kekhawatiran AS dan rezim Zionis terhadap Iran tidak terbatas pada kekuatan militer atau lokasi geografisnya, tetapi berakar pada model yang telah ditunjukkan Teheran di bidang kemerdekaan politik dan mendefinisikan kembali kekuatan regional.
(last modified 2026-02-09T04:35:53+00:00 )
Feb 09, 2026 11:24 Asia/Jakarta
  • Mengapa Proyek Amerika-Zionis Melawan Iran Mengalami Kebuntuan?

Perkembangan setelah perang Gaza menunjukkan bahwa kekhawatiran AS dan rezim Zionis terhadap Iran tidak terbatas pada kekuatan militer atau lokasi geografisnya, tetapi berakar pada model yang telah ditunjukkan Teheran di bidang kemerdekaan politik dan mendefinisikan kembali kekuatan regional.

Perang rezim Zionis terhadap Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 tidak hanya tetap menjadi konflik militer terbatas, tetapi secara bertahap menjadi panggung bagi munculnya perubahan dalam persamaan pencegahan di Asia Barat. Sementara itu, peran Iran sebagai aktor berpengaruh sekali lagi menjadi fokus perhatian di kalangan politik dan keamanan Barat.

Menurut analisis media regional, Iran terletak di jantung salah satu kawasan geopolitik paling sensitif di dunia; di mana kepentingan energi, perdagangan global, dan keamanan internasional saling terkait.

Dominasi Iran di Teluk Persia dan Selat Hormuz - jalur bagi sekitar seperlima perdagangan minyak global - memungkinkan Tehran untuk membebankan biaya ekstra-regional pada pasar global jika terjadi ketegangan. Selain itu, posisi Iran sebagai jembatan yang menghubungkan Asia Tengah dengan Kaukasus telah menjadikannya pemain kunci dalam persamaan energi dan transit.

Namun, para analis menekankan bahwa faktor utama yang menjadi perhatian Barat bukanlah sekadar geografi atau kemampuan militer Iran, melainkan "gagasan kemerdekaan" yang telah diwujudkan Teheran menjadi proyek politik dan keamanan yang praktis. Iran telah menunjukkan bahwa mereka mampu menahan tekanan dan sanksi di luar kerangka tatanan unipolar dan tidak runtuh; sebuah model yang pengulangannya dianggap sebagai ancaman serius bagi sistem hegemoni.

Dalam konteks ini, Iran, dengan mematahkan monopoli tradisional konsep kekuasaan yang telah mapan sejak akhir Perang Dunia II, menghadirkan konsep pencegahan multifaset berdasarkan distribusi elemen kekuasaan untuk membatasi kemampuan musuh mencapai hasil yang cepat. "Poros perlawanan" terbentuk dari perkembangan ini; sebuah poros yang didasarkan pada perpotongan kepentingan dan permusuhan bersama dengan sistem hegemoni Barat, dan khususnya rezim Zionis.(PH)