Peneliti Iran di Antara Penerima Penghargaan Fisika Fundamental Global
-
Peneliti Iran raih penghargaan Breakthrough Prize
ParsToday - Para peneliti Iran termasuk di antara penerima Penghargaan Fisika Fundamental Global.
Penghargaan bergengsi Breakthrough Prize dalam bidang fisika fundamental untuk tahun 2025 diberikan kepada kolaborasi internasional CMS di Organisasi Riset Nuklir Eropa (CERN).
Penghargaan global ini dianugerahkan sebagai pengakuan atas pencapaian luar biasa dari kolaborasi ilmiah ini dalam mempelajari proses-proses langka yang telah menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam tentang struktur alam pada skala terkecil.
Dalam hal ini, peneliti dari Institute for Research in Fundamental Sciences (IPM) Particle and Accelerator Research Institute Iran, sebagai anggota aktif kolaborasi CMS, termasuk di antara penerima penghargaan internasional bergengsi ini. Kehormatan ini merupakan hasil dari bertahun-tahun upaya ilmiah, teknis, dan operasional yang berkelanjutan oleh tim CMS Iran di salah satu laboratorium ilmiah paling canggih di dunia.
Demonstrasi Warga Australia Tolak Kunjungan Isaac Herzog
Dalam berita lain, ribuan orang berdemonstrasi di kota Sydney dan Melbourne untuk memprotes kunjungan resmi Isaac Herzog, pemimpin rezim Zionis, ke Australia. Di Sydney, polisi menggunakan semprotan merica untuk membubarkan para demonstran dan sejumlah orang ditangkap. Protes-protes yang dilakukan meskipun ada batasan hukum dan keamanan di Australia ini menunjukkan meluasnya ketidakpuasan publik atas kunjungan Herzog ke Australia.
Naim Qassem: Dengan Ketekunan, Tidak Ada Kekalahan
Dari Lebanon juga dilaporkan, Syeikh Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, dalam pidatonya pada upacara pembukaan pusat medis Lebanon mengatakan, "Dengan ketekunan, tidak ada kekalahan."
Syeikh Naim Qassem menambahkan bahwa Lebanon memiliki kekuatan besar di tingkat rakyat, geografis, dan operasional, serta memiliki potensi untuk menjadi negara maju.
Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon menekankan bahwa masalah utama yang dihadapi Lebanon adalah serangan dari rezim Israel dan Amerika. Lebanon adalah negara yang sangat penting karena telah mampu mempertahankan kemerdekaannya, membebaskan wilayahnya, dan menjadi teladan dalam pengorbanan dan dedikasi.
Syeikh Naim Qassem menekankan, "Melalui solidaritas, kekuatan, dan ketekunan, kita mengendalikan musuh. Perlawanan, rakyatnya, dan mereka yang bersamanya, telah melindungi Lebanon selama 42 tahun."
Rusia: Dewan HAM Telah Berubah Menjadi Institusi Politis
Sebagai kelanjutan dari kritik negara-negara independen terhadap ketidakberdayaan institusi internasional, Gennady Gatilov, Perwakilan Tetap Rusia di markas PBB di Jenewa, mengatakan bahwa Dewan Hak Asasi Manusia telah menjadi salah satu institusi PBB yang paling kontroversial dan politis.
Dia menambahkan bahwa melalui upaya-upaya Barat dan sekutunya yang membentuk mayoritas di Dewan HAM, institusi hak asasi manusia ini telah berubah menjadi arena penyelesaian masalah politik dengan dalih hak asasi manusia yang palsu dan untuk memburukkan nama negara-negara yang dianggap "tidak diinginkan" menurut mereka.
Pernyataan Bersama 8 Negara Islam Mengutuk Tindakan Ilegal Rezim Israel
Menteri-menteri luar negeri Pakistan, Mesir, Yordania, Uni Emirat Arab, Indonesia, Turki, Arab Saudi, dan Qatar, dengan nada paling keras, mengutuk keputusan dan tindakan ilegal Israel yang bertujuan untuk memaksakan kedaulatan ilegal Israel, mengkonsolidasi kegiatan permukiman, dan menerapkan undang-undang baru di Tepi Barat Sungai Yordan untuk mempercepat upaya-upaya aneksasi ilegal dan pengusiran rakyat Palestina.
Mereka menekankan bahwa rezim Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki. Para menteri luar negeri dari 8 negara Arab dan Islam itu memperingatkan terhadap kelanjutan kebijakan ekspansionis Israel dan tindakan ilegal yang dilakukan oleh rezim ini di Tepi Barat yang diduduki, yang memicu kekerasan dan konflik di kawasan.(sl)