Peserta Pawai 22 Bahman: Pemimpin Khamenei Adalah Jiwa Bangsa Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i185310-peserta_pawai_22_bahman_pemimpin_khamenei_adalah_jiwa_bangsa_iran
ParsToday – Rakyat yang hadir dalam pawai peringatan 22 Bahman di berbagai kota di Iran, melalui pernyataan akhir yang mereka keluarkan, menyatakan bahwa saat ini merupakan momentum sinergi antara medan perjuangan dan diplomasi. Mereka menegaskan bahwa prajurit di kedua medan tersebut adalah putra-putri bangsa dan mendapat dukungan penuh dari seluruh rakyat Iran.
(last modified 2026-02-11T16:59:56+00:00 )
Feb 11, 2026 23:48 Asia/Jakarta
  • Peserta Pawai Akbar 22 Bahman
    Peserta Pawai Akbar 22 Bahman

ParsToday – Rakyat yang hadir dalam pawai peringatan 22 Bahman di berbagai kota di Iran, melalui pernyataan akhir yang mereka keluarkan, menyatakan bahwa saat ini merupakan momentum sinergi antara medan perjuangan dan diplomasi. Mereka menegaskan bahwa prajurit di kedua medan tersebut adalah putra-putri bangsa dan mendapat dukungan penuh dari seluruh rakyat Iran.

Peserta pawai nasional Yaumullah 22 Bahman di berbagai kota di Iran, seraya mengenang epik abadi Yaumullah 22 Dey dan perlawanan cerdas bangsa dalam Perang 12 Hari yang dipaksakan, menyuarakan sikap dan tuntutan mereka dengan gemuruh takbir "Allahu Akbar, Khamenei adalah Pemimpin". Berikut adalah isi lengkap pernyataan tersebut:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Pada peringatan ke-47 kemenangan gemilang Revolusi Islam Iran, bangsa besar, sadar, berwawasan, dan senantiasa hadir di medan dari Iran Islam, sekali lagi dengan kehadiran yang penuh kesadaran, mematahkan musuh, penuh wibawa, dan membanggakan dalam pawai nasional Yaumullah 22 Bahman, menegaskan komitmen mendalam dan tak tergoyahkan mereka terhadap cita-cita luhur Revolusi Islam, pemikiran cemerlang Imam Khomeini ra sebagai arsitek agung gerakan ilahiah ini, serta petunjuk bijaksana dan strategis Pemimpin Agung Revolusi Islam, Ayatullah Al-Udzma Imam Khamenei (mudda zhilluhu Al-‘Ali).

Kehadiran megah dan pemersatu ini merupakan cerminan nyata dari kematangan politik, kohesi nasional, dan kewaspadaan historis bangsa Iran dalam menghadapi konspirasi rumit, tekanan yang semakin meningkat, dan perang hibrida menyeluruh musuh-musuh Revolusi Islam, khususnya Amerika Serikat dan rezim Zionis serta sekutu-sekutunya. Perang yang pada fase terbaru ini, melalui agresi terbuka dan perang 12 hari yang dipaksakan terhadap bangsa Iran dan poros perlawanan, serta peristiwa pahit kudeta teroris Amerika-Zionis oleh elemen-elemen bersenjata, semakin menyingkap wajah telanjang permusuhan, kekerasan, dan keputusasaan hegemoni global. Pada saat yang sama, peristiwa ini membuktikan kepada dunia akan keteguhan bangsa Iran dan poros perlawanan sebagai realitas yang tak terbantahkan.

Kami, peserta pawai nasional Yaumullah 22 Bahman, seraya mengenang epik abadi Yaumullah 22 Dey dan perlawanan cerdas bangsa dalam perang 12 hari yang dipaksakan, dengan suara lantang "Allahu Akbar, Khamenei adalah Pemimpin", menyatakan sikap dan tuntutan kami sebagai berikut:

1. Kami, bangsa Iran, sekali lagi membaharui ikrar setia kami dengan cita-cita fundamental Revolusi Islam, meliputi kemerdekaan, kebebasan, keadilan, martabat kemanusiaan, anti-keangkuhan, dan kedaulatan nilai-nilai murni Islam. Dengan berpedoman pada garis otentik Imam Khomeini ra, kami menegaskan keberlanjutan jalur peradaban ini, serta menjaga stabilitas, keamanan, kohesi nasional, dan gerak maju negara dalam kondisi regional dan internasional yang kompleks dan berubah. Kami menyatakan tekad bulat kami untuk menjaga pencapaian Revolusi Islam.

2. Kami, peserta dalam pertemuan akbar kerakyatan ini, dengan menekankan posisi tak tergantikan Wilayatul Faqih sebagai pilar kepemimpinan strategis dan penjamin persatuan nasional, menyatakan bahwa "Pemimpin Iran adalah jiwa bangsa Iran". Setiap bentuk keberanian menghina, pelecehan, atau pelanggaran terhadap kehormatan Waliyyul Amr Muslimin Dunia, Imam Khamenei (Mudda Zhilluhu Al-‘Ali), kami anggap sebagai pelanggaran terhadap identitas, martabat, dan kehendak bangsa Iran, dan kami tidak akan pernah menoleransinya.

3. Masyarakat sadar Iran Islam, dengan pemahaman mendalam akan hakikat perang hibrida, perang kognitif, dan perang media musuh, serta pengalaman langsung dari Perang 12 Hari yang dipaksakan, menekankan pentingnya memelihara persatuan suci, solidaritas sosial, memperkuat modal sosial, dan menghindari segala bentuk provokasi perpecahan dan polarisasi. Kami meyakini kohesi nasional dan ikatan tak terputuskan antara rakyat dan sistem Islam sebagai penyangga terpenting negara dalam menghadapi ancaman internal dan eksternal.

4. Kami, bangsa Iran yang penuh rasa syukur, dengan memberikan apresiasi dan terima kasih yang tulus atas perjuangan, pengorbanan, dan dedikasi Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, Korps Pengawal Revolusi Islam, Angkatan Darat Republik Islam Iran, Komando Kepolisian, Mobilisasi Rakyat (Basij), serta lembaga keamanan dan intelijen Iran, menyatakan bahwa keamanan, ketenteraman, stabilitas, dan kewibawaan negara saat ini adalah berkat kesadaran bangsa dan pengorbanan jiwa para pembela setia tanah air Islam serta darah suci para syuhada mulia. Kami juga menyatakan bahwa pernyataan dan pendekatan permusuhan Uni Eropa yang menyebut Korps Pengawal Revolusi Islam sebagai organisasi teroris merupakan tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional, intervensif, dan sejalan dengan proyek Iranofobia dan destabilisasi kawasan. Kami dengan tegas mengutuknya dan menegaskan bahwa Korps Pengawal Revolusi adalah lembaga resmi, legal, lahir dari kehendak bangsa, dan merupakan pilar strategis pertahanan nasional serta garda terdepan pemberantasan terorisme di kawasan.

5. Kami, peserta pawai akbar kerakyatan ini, memandang tindakan agresif, destabilisasi, dan kriminal rezim Zionis dan pemerintah Amerika Serikat sebagai akar utama ketidakamanan, perang, dan krisis berkelanjutan di kawasan. Dengan mengutuk keras kebijakan anti-kemanusiaan ini, kami menekankan perlunya kedua rezim ini mempertanggungjawabkan kejahatan mereka terhadap bangsa-bangsa tertindas di kawasan, terutama rakyat Palestina dan Gaza yang tangguh, di hadapan opini publik dunia. Kami kembali menegaskan bahwa kejahatan pemerintah Amerika Serikat dalam fitnah teroris bulan Dey harus ditindaklanjuti oleh lembaga-lembaga terkait.

6. Kami, bangsa Iran, adalah pendukung para prajurit diplomasi dan prajurit medan perjuangan. Dalam kondisi krusial saat ini, kami tegaskan dukungan penuh terhadap setiap dialog dan perundingan dalam kerangka prinsip fundamental "Kehormatan, Kebijaksanaan, Kemaslahatan". Kami menyatakan dukungan mutlak kami terhadap kedua sayap kewibawaan Iran ini. Saat ini adalah momentum sinergi antara medan dan diplomasi. Prajurit di kedua medan adalah putra-putri bangsa dan mendapat dukungan seratus persen dari rakyat.

7. Kami, bangsa revolusioner Iran Islam, berharap kepada pemerintah, Majelis Syura Islam, dan seluruh lembaga serta badan eksekutif, melalui sinergi yang efektif, perencanaan yang cermat, dan tindakan nyata, dapat mewujudkan partisipasi maksimal dan bermakna rakyat di ranah politik, ekonomi, budaya, dan sosial Revolusi Islam, khususnya dalam pemilihan Dewan Kota dan Desa. Dengan bekerja dua kali lipat dalam melayani rakyat, memerangi inflasi, dan memberantas korupsi, kepercayaan publik dan peran aktif rakyat dapat semakin diperkuat.

Insya Allah, bangsa besar Iran, dengan bertawakal kepada Allah Yang Maha Tinggi, berpegang teguh pada Islam sejati Muhammad saw, mengikuti madrasah Imam Khomeini ra, menyambut seruan petunjuk Pemimpin Revolusi Islam, percaya pada kemampuan dalam negeri, serta menjaga persatuan nasional, akan melanjutkan jalan kehormatan, kemerdekaan, kemajuan, dan pembangunan peradaban baru Islam dengan ketenangan, rasionalitas, dan keteguhan.(sl)