Grossi: Iran Memiliki Hak untuk Memperkaya Uranium sebagai Anggota NPT
https://parstoday.ir/id/news/world-i185344-grossi_iran_memiliki_hak_untuk_memperkaya_uranium_sebagai_anggota_npt
Pars Today – Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengakui bahwa Iran, sebagai anggota Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT), memiliki hak untuk memperkaya uranium.
(last modified 2026-02-13T09:20:04+00:00 )
Feb 12, 2026 18:17 Asia/Jakarta
  • Dirjen IAEA Rafael Grossi
    Dirjen IAEA Rafael Grossi

Pars Today – Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengakui bahwa Iran, sebagai anggota Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT), memiliki hak untuk memperkaya uranium.

Rafael Grossi, Dirjen IAEA, dalam wawancara dengan publikasi Inggris Financial Times menegaskan bahwa Iran dapat memperkaya uranium, namun di sisi lain harus memungkinkan pengawasan dan verifikasi hingga “gram terakhir” bahan nuklir untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan.

 

Republik Islam Iran sebelumnya berkali-kali menekankan bahwa sebagai anggota NPT, Iran memiliki hak untuk memperkaya uranium untuk tujuan damai dan tidak akan melepaskan hak ini. Sikap ini menjadi lebih menonjol setelah tiga fasilitas nuklir Iran yang berada di bawah pengawasan IAEA menjadi sasaran serangan Amerika Serikat dan rezim Israel.

 

Direktur Jenderal IAEA juga menekankan bahwa para inspektur IAEA telah berbulan-bulan menunggu akses ke situs nuklir Iran. Grossi juga mengklaim bahwa cadangan uranium dengan kadar tinggi kemungkinan masih disimpan di fasilitas Iran yang rusak, meskipun ia mengakui tidak bisa berbicara dengan kepastian 100% tentang hal ini.

 

Dalam pernyataan lain, Grossi menyebut adanya situs bawah tanah baru di Isfahan, pusat Iran, dan mengatakan seharusnya situs tersebut dikunjungi pada 13 Juni, tetapi rencana itu dihentikan bersamaan dengan dimulainya serangan Israel, dan IAEA masih belum mengetahui detailnya.

 

Iran menyatakan bahwa kunjungan ke fasilitas yang tidak rusak tetap berlangsung, tetapi terkait fasilitas yang rusak, penetapan kerangka hukum dan teknis serta sikap IAEA terhadap serangan tersebut dianggap perlu.

 

Mohammad Eslami, Kepala Organisasi Energi Atom Iran, juga menekankan bahwa IAEA harus mengumumkan prosedur inspeksi yang jelas untuk fasilitas yang dibom.

 

Republik Islam Iran menegaskan bahwa kerja sama dengan IAEA akan terus berlanjut dalam kerangka komitmen pengawasan dan hukum domestik. Sementara itu, laporan Financial Times mengingatkan bahwa rezim Israel bukan anggota NPT dan fasilitas nuklirnya tidak diawasi secara internasional. (MF)