Al Jazeera Buat Laporan Penggunaan Senjata Termobarik di Gaza
-
Kebakaran di Gaza (dok)
ParsToday – Jaringan televisi Al Jazeera, dalam laporan investigasi berdasarkan kajian lapangan Pertahanan Sipil Gaza, mengungkapkan bahwa sebanyak 2.842 warga Palestina tewas akibat penggunaan senjata termobarik dalam serangan rezim Israel di Jalur Gaza.
Investigasi Al Jazeera ini didasarkan pada bukti-bukti yang dikumpulkan tim Pertahanan Sipil di Jalur Gaza dan mendokumentasikan penggunaan bom vakum atau bom udara, senjata yang dilarang secara internasional.
Para peneliti menyatakan suhu panas yang dihasilkan ledakan tersebut begitu tinggi sehingga kerap hanya menyisakan bercak darah atau fragmen jaringan manusia berukuran sangat kecil di lokasi kejadian.
Isu penggunaan senjata ini sebelumnya pernah diungkap Omar Hammad, seorang apoteker asal Gaza. Tahun lalu ia merilis video yang diklaimnya menunjukkan ledakan bom termobarik di Beit Hanoun.
Mahmoud Basal, Juru Bicara Pertahanan Sipil Gaza, menegaskan hasil investigasi ini bukan sekadar perkiraan kasar, melainkan berasal dari penelusuran lapangan dan forensik. Menurutnya, petugas penyelamat mencocokkan jumlah korban di lokasi dengan jenazah yang ditemukan. Bila tak ada sisa jasad, berdasarkan jejak biologis, korban dinyatakan "menguap" dan dicatat sebagai orang hilang.
Senjata termobarik bekerja dengan menyebarkan awan bahan bakar di udara lalu menyalakannya hingga membentuk bola api bersuhu sangat tinggi. Laporan ini menyebutkan penggunaan komposisi Tritonal, campuran 80 persen TNT dan 20 persen bubuk aluminium, yang ditemukan pada sejumlah bom buatan Amerika Serikat, termasuk jenis Mark 84.
Munir Al-Bursh, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza, menyatakan suhu ekstrem senjata ini menyebabkan cairan tubuh mendidih seketika dan jaringan menguap. Yasmin Muhanna, warga Jalur Gaza, menuturkan bahwa dalam serangan tahun 2024 terhadap sebuah sekolah di lingkungan Al-Daraj, tak ada satu pun sisa jasad putranya yang dapat dikuburkan.(sl)