Israel Bombardir Gaza Lagi, Melanggar Gencatan Senjata
-
Kondisi Gaza (dok)
Pars Today - Sumber-sumber media Palestina melaporkan bahwa rezim Zionis sekali lagi melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan membombardir sejumlah wilayah di timur dan utara Jalur Gaza.
Melaporkan dari media Palestina, IRNA pada Kamis, 12 Februari 2026, memberitakan artileri rezim Zionis menembaki Kamp Jabalia di utara Jalur Gaza. Pasukan pendudukan juga menghancurkan sejumlah bangunan tempat tinggal di timur lingkungan Zaytun, sebelah timur Kota Gaza. Lingkungan At-Tuffah di timur Kota Gaza turut menjadi sasaran tembakan intensif militer Israel.
Israel memulai perang terhadap Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023 dengan dua tujuan utama: melumpuhkan Hamas dan membebaskan tawanan Zionis dari wilayah tersebut. Namun, rezim Tel Aviv gagal mencapai target-target itu dan akhirnya terpaksa merundingkan kesepakatan pertukaran tawanan dengan Hamas.
Gerakan Perlawanan Islam Hamas (Hamas) pada Kamis, 8 Oktober 2025, secara resmi mengumumkan tercapainya kesepakatan pengakhiran perang di Gaza dan pertukaran tawanan. Militer Israel baru mengumumkan pemberlakuan gencatan senjata secara resmi pada Jumat, 9 Oktober 2025, meskipun hingga kini terus melakukan sabotase terhadap implementasinya.
Agresi Israel ke Jalur Gaza, yang berlangsung dengan dukungan penuh Amerika Serikat, tidak hanya mengakibatkan genosida terhadap warga Palestina, tetapi juga menciptakan kehancuran luar biasa. Sekitar sembilan puluh persen infrastruktur di wilayah tersebut luluh lantak. Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan biaya rekonstruksi Gaza mencapai sekitar 70 miliar dolar Amerika Serikat.(sl)