Iran Tetapkan AL dan AU UE Sebagai Teroris
https://parstoday.ir/id/news/world-i185880-iran_tetapkan_al_dan_au_ue_sebagai_teroris
ParsToday – Kementerian Luar Negeri Iran merespons keputusan negara-negara anggota Uni Eropa yang mencap sebagian angkatan bersenjata Iran. Dalam langkah balasan, Iran menyatakan angkatan laut dan udara seluruh negara anggota UE sebagai organisasi teroris.
(last modified 2026-02-22T09:52:26+00:00 )
Feb 22, 2026 18:20 Asia/Jakarta
  • Gedung Kementerian Luar Negeri Iran
    Gedung Kementerian Luar Negeri Iran

ParsToday – Kementerian Luar Negeri Iran merespons keputusan negara-negara anggota Uni Eropa yang mencap sebagian angkatan bersenjata Iran. Dalam langkah balasan, Iran menyatakan angkatan laut dan udara seluruh negara anggota UE sebagai organisasi teroris.

Kementerian Luar Negeri Iran dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa negara-negara anggota UE, bertentangan dengan prinsip Piagam PBB dan hukum internasional, telah memasukkan Korps Pengawal Revolusi Islam, bagian resmi dari angkatan bersenjata negara, sebagai "entitas teroris".

Berdasarkan hal ini, Republik Islam Iran, dengan merujuk pada prinsip timbal balik dan Pasal 7 Undang-Undang Tindakan Balasan yang disahkan tahun 2019, menyatakan angkatan laut dan udara seluruh negara anggota UE tercakup dalam undang-undang ini dan, dalam kerangka tindakan balasan, menetapkannya sebagai "organisasi teroris".

Latihan angkatan laut IRGC di Selat Hormuz

Sorotan Global Peluncuran Rudal Baru IRGC di Selat Hormuz

Latihan militer terkini Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) di Selat Hormuz mendapat sorotan media internasional. Kantor berita Anadolu melaporkan bahwa Iran untuk pertama kalinya menguji rudal pertahanan udara "Sayyad-3" selama latihan "Kendali Cerdas".

Versi laut dari sistem pertahanan udara Sayyad-3 ditembakkan dari kapal "Syahid Sayyad Shirazi" dan memiliki kemampuan peluncuran vertikal dengan jangkauan sekitar 150 kilometer. Situs berita Emirat, The National, juga melaporkan peluncuran kemampuan rudal maritim baru Iran di Selat Hormuz.

Reaksi keras Arab Saudi terhadap sikap kontroversial Dubes AS untuk Wilayah Pendudukan.

Reaksi Arab Saudi atas Pernyataan Dubes AS

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi merespons pernyataan kontroversial Duta Besar AS untuk Palestina yang diduduki, Mike Huckabee. Huckabee dalam sebuah wawancara berbicara tentang klaim hak rezim Zionis atas wilayah luas di Asia Barat.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam sebuah pernyataan mengecam pernyataan ini dan menegaskan bahwa sikap ekstrem semacam itu mengabaikan hubungan negara-negara kawasan dengan Amerika serta mengancam perdamaian dan keamanan global.

Hassan Izzuddin, anggota parlemen Lebanon

Peringatan Anggota Parlemen Lebanon soal Ancaman AS

Hassan Izzuddin, anggota parlemen Lebanon, menyatakan bahwa ancaman maritim Amerika akan dijawab dengan kekuatan rudal Iran. Izzuddin, merujuk pada negosiasi tidak langsung Tehran dan Washington, menegaskan Iran memasuki dialog dari posisi kuat dan setiap tindakan militer terhadap Republik Islam akan berhadapan dengan respons tegas. Anggota parlemen Lebanon menambahkan bahwa Republik Islam Iran memiliki kemampuan yang tidak semuanya diketahui oleh badan intelijen dunia.

Nouri Al-Maliki

Bantahan soal Upaya Gantikan Nouri al-Maliki di Irak

Dalam perkembangan lain, Abdulsamad Al-Zarkoushi, anggota Kerangka Koordinasi Irak, membantah laporan media tentang upaya menggantikan Nouri Al-Maliki. Ia menegaskan bahwa sikap Kerangka Koordinasi terkait dukungan terhadap Al-Maliki untuk menduduki Perdana Menteri Irak mendatang tetap konsisten, dan berita yang beredar mengenai hal ini tidak berdasar.(sl)