Mengapa Inggris Menolak AS Gunakan Pangkalan untuk Serang Iran?
https://parstoday.ir/id/news/world-i185872-mengapa_inggris_menolak_as_gunakan_pangkalan_untuk_serang_iran
ParsToday – Inggris menolak memberikan izin kepada Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militernya dalam setiap serangan terhadap Iran.
(last modified 2026-02-22T03:45:57+00:00 )
Feb 22, 2026 10:44 Asia/Jakarta
  • Perdana Menteri Inggris Keir Starmer
    Perdana Menteri Inggris Keir Starmer

ParsToday – Inggris menolak memberikan izin kepada Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militernya dalam setiap serangan terhadap Iran.

Melaporkan dari ParsToday, Minggu, 22 Februari 2026, Bloomberg, Kamis (19/2), mengutip sumber terpercaya melaporkan bahwa Inggris menolak memberikan izin penggunaan pangkalan-pangkalan di wilayahnya untuk setiap serangan AS terhadap Iran. Keputusan ini ditentang para komandan militer senior dan Partai Konservatif Inggris.

Harian Times London dan media lainnya, Kamis, melaporkan bahwa pemerintah Inggris menolak mengizinkan AS menggunakan pangkalan-pangkalan di negaranya.

Keputusan ini diambil karena kekhawatiran terkait hukum internasional dan pertimbangan lain. Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, bulan lalu di House of Commons mengatakan penggunaan pangkalan militer Inggris untuk tujuan operasional memerlukan "landasan hukum dan logika politik untuk setiap aktivitas potensial".

Penarikan dukungan Presiden AS Donald Trump terhadap kesepakatan Inggris menyerahkan Kepulauan Chagos kepada Mauritius dikaitkan dengan penolakan London mengizinkan penggunaan pangkalan Diego Garcia untuk menyerang Iran.

Menurut harian Daily Mail, pejabat militer senior Inggris, Jumat (20/2), meminta Perdana Menteri Keir Starmer memprioritaskan keamanan nasional dan mengizinkan Trump menggunakan pangkalan Inggris untuk menyerang Iran. Namun, Kantor Perdana Menteri Inggris tidak memberi izin serangan udara dari pangkalan di wilayah Inggris dan wilayah seberang laut.

Pesan ini disampaikan Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, di Washington, DC. Ia mengatakan Inggris mendukung "tekanan diplomatik dan ekonomi" terhadap Iran.

Bloomberg melaporkan AS meningkatkan peralatan militer di Asia Barat untuk menekan Iran. Trump, Rabu (18/2), mengatakan pangkalan Diego Garcia di Samudra Hindia dan Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan di Fairford, Suffolk, mungkin memainkan peran vital.

Trump secara khusus menginginkan penggunaan pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris serta pangkalan udara di Diego Garcia, wilayah seberang laut Inggris di Samudra Hindia. Namun, setelah serangkaian tindakan balasan diplomatik atas masa depan Kepulauan Chagos yang mencakup Diego Garcia, Perdana Menteri Inggris memblokir rencana AS.

Perselisihan ini memuncak setelah Inggris menyampaikan kekhawatiran tentang legalitas serangan udara yang direncanakan AS. Jika serangan ini dianggap ilegal menurut hukum internasional, Inggris dapat dituduh memfasilitasi tindakan ilegal.

Kepulauan Chagos dan pangkalan Diego Garcia terletak sekitar 3.200 kilometer dari pesisir timur Afrika. Diego Garcia digunakan sebagai fasilitas militer bersama AS-Inggris. Fasilitas di Kepulauan Chagos ini memungkinkan mereka menjalankan misi di Asia Barat dan Asia dengan lebih mudah.

Secara umum, alasan penolakan pemerintah Inggris pada Februari 2026 atas permintaan AS menggunakan pangkalannya untuk menyerang Iran meliputi:

Kekhawatiran Pelanggaran Hukum Internasional

Alasan terpenting adalah ketakutan London ikut serta dalam tindakan yang dianggapnya tidak memiliki justifikasi hukum yang cukup. Pejabat Inggris meyakini serangan AS ke Iran, tanpa adanya ancaman yang akan segera terjadi, dapat dianggap melanggar hukum internasional. Menurut hukum, jika suatu negara dengan sadar memfasilitasi tindakan militer ilegal, negara tersebut ikut bertanggung jawab.

Kewajiban Mendapat Izin Sebelumnya

Berdasarkan kesepakatan lama, pangkalan militer Inggris seperti Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Fairford di Inggris dan pangkalan Diego Garcia di Samudra Hindia milik Inggris. Pasukan AS memerlukan persetujuan tegas pemerintah London untuk setiap operasi militer dari pangkalan ini. Dalam kasus ini, izin tidak diberikan.

Perubahan Nada Washington dan Reaksi Trump

Pemerintah Inggris menginginkan pendekatan diplomasi dan tekanan ekonomi terhadap Iran. Namun, Trump secara terang-terangan mengancam tindakan militer. Ia bahkan menulis di Truth Social bahwa penggunaan pangkalan Inggris mungkin diperlukan untuk memberantas apa yang disebutnya ancaman militer Iran. Perbedaan pendekatan ini meningkatkan ketegangan.

Kaitan dengan Kepulauan Chagos

Penolakan ini terkait dengan sengketa lain, yaitu pengalihan kedaulatan Kepulauan Chagos (termasuk Diego Garcia) kepada Mauritius. Trump, yang sebelumnya mendukung kesepakatan ini, mengubah nada setelah London menolak penggunaan pangkalannya. Ia menyebutnya "kesalahan besar". Perubahan sikap ini menunjukkan bahwa isu penggunaan pangkalan Inggris telah menjadi faktor dalam perselisihan diplomatik lain antara London dan Washington.

Pada akhirnya, pemerintah Inggris memilih pendekatan hati-hati untuk menghindari keterlibatan dalam tindakan yang dianggapnya berisiko secara hukum dan politik, serta menekankan solusi diplomatik.(sl)