6 Inti Pesan Ayatullah Khamenei di Hari Nasional Teluk Persia
-
Ayatullah Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam
Pars Today - Ayatullah Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam, dalam pesannya menyambut Hari Nasional Teluk Persia (10 Ordibehesht) menegaskan bahwa setelah dua bulan berlalu sejak mobilisasi terbesar dan agresi para penindas dunia di kawasan serta kekalahan memalukan AS dalam skemanya, babak baru Teluk Persia dan Selat Hormuz sedang terbentuk.
Menurut laporan Pars Today, 1 Mei 2026, inti Pesan Ayatullah Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai berikut:
1. Teluk Persia adalah Nikmat Tak Tergantikan
Lebih dari sekadar perairan, ini bagian dari identitas dan peradaban Iran serta jalur vital ekonomi global melalui Hormuz dan Laut Oman.
2. Keserakahan Asing Sudah Berabad-abad
Dari Portugis, Belanda, Inggris, hingga AS, semuanya mencoba menguasai kawasan ini. Namun Revolusi Islam menjadi titik balik pengusiran kaum penindas dari Teluk Persia.
3. AS Kalah Telak dalam Agresi 2 Bulan Terakhir
Pemimpin Revolusi menyebut mobilisasi terbesar penindas dunia di kawasan berakhir dengan kekalahan memalukan AS. Babak baru kini sedang terbentuk.
4. Negara & Masyarakat Kawasan Kini Sadar
Bahkan para sultan dan penguasa pun terbukti bahwa kehadiran asing AS adalah faktor utama ketidakamanan di kawasan. Pangkalan-pangkalan AS tidak mampu melindungi dirinya sendiri, apalagi pengikutnya.
5. Masa Depan Teluk Persia: Tanpa AS
Masa depan cerah kawasan adalah masa depan tanpa kehadiran AS, demi kemajuan, kenyamanan, dan kesejahteraan bangsa-bangsa di kawasan.
6. Iran Kelola Hormuz untuk Semua Pihak
Iran bersyukur secara nyata atas nikmat mengelola Selat Hormuz. Aturan hukum dan manajemen baru Hormuz akan mewujudkan kenyamanan dan kemajuan bagi semua bangsa di kawasan, dengan izin Allah, meskipun orang-orang kafir membencinya.
Ini bukan sekadar pidato tahunan. Ini adalah deklarasi geopolitik. Pemimpin Besar Revolusi Islam menandai secara resmi bahwa "babak baru" Teluk Persia dan Hormuz telah dimulai, dengan AS sebagai pecundang dan Iran sebagai pengelola.
Pesan ini jelas: era hegemoni asing di perairan strategis dunia sudah berakhir. Mulai sekarang, aturan main ditentukan oleh Iran, untuk kepentingan kawasan, dengan atau tanpa restu Barat. Wilayah ini tidak lagi milik siapa pun kecuali bangsa-bangsa di sekitarnya. Hormuz di bawah kendali Iran adalah keniscayaan, bukan intimidasi. Dan dunia harus menerimanya.(sl)