Pezeshkian: Politik Iran Berdasar Saling Hormat Bukan Omnopong!
https://parstoday.ir/id/news/iran-i189210-pezeshkian_politik_iran_berdasar_saling_hormat_bukan_omnopong!
Pars Today - Presiden Republik Islam Iran menekankan perlunya memperluas hubungan politik, ekonomi, dan budaya dengan Belarus, seraya menyatakan bahwa Republik Islam Iran menjalankan kebijakan interaksi aktif dan seimbang dengan negara-negara yang bergerak di atas dasar saling menghormati dan kepentingan bersama.
(last modified 2026-05-01T04:11:55+00:00 )
May 01, 2026 11:10 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Belarus Alexander Lukashenko
    Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Belarus Alexander Lukashenko

Pars Today - Presiden Republik Islam Iran menekankan perlunya memperluas hubungan politik, ekonomi, dan budaya dengan Belarus, seraya menyatakan bahwa Republik Islam Iran menjalankan kebijakan interaksi aktif dan seimbang dengan negara-negara yang bergerak di atas dasar saling menghormati dan kepentingan bersama.

Sebagaimana dilaporkan Pars Today, 1 Mei 2026, Masoud Pezeshkian dan Alexander Lukashenko dalam pembicaraan telepon pada Kamis (30 April 2026) bertukar pandangan tentang pendalaman hubungan bilateral Tehran-Minsk serta situasi regional dan internasional terkini.

Pezeshkian menginformasikan kepada Presiden Belarus tentang perkembangan terkait gencatan senjata dan dialog Iran-AS di Islamabad, serta tindakan agresif AS dan rezim Zionis yang melanggar kesepakatan penghentian permusuhan.

Ia menekankan perlunya menghentikan retorika pejabat AS dan tindakan provokatif mereka untuk mendapatkan kepercayaan Iran, menunjukkan keseriusan dalam mengejar dialog guna mengakhiri perang secara definitif, dan tidak mengulangi pengalaman masa lalu.

Lukashenko menyatakan bahwa Belarus menganggap hubungannya dengan Iran sebagai hubungan strategis yang terus berkembang. Ia juga menyatakan kekhawatiran atas eskalasi ketegangan di Asia Barat serta dampak keamanan dan ekonominya, seraya berharap perbedaan dapat diselesaikan melalui dialog. Ia menambahkan bahwa tanpa adanya kepercayaan bersama, negosiasi tidak akan mencapai hasil yang langgeng.

Di tengah panasnya perang dan blokade, Pezeshkian tetap membangun jembatan diplomatik dengan Belarus, sekutu dekat Rusia yang juga terkena sanksi Barat. Ini sinyal bahwa Iran tidak sedang terisolasi, tetapi aktif membangun poros alternatif. Sementara AS sibuk mengirim kapal induk, Iran sibuk mengirim pesan: "Kami punya teman, dan mereka strategis." Diplomasi ala Iran: tetap cair, tetap bergerak, bahkan saat misil beterbangan.(sl)