Dari Iran dalam Tatanan Dunia Baru hingga Komitmen terhadap Diplomasi
https://parstoday.ir/id/news/iran-i185358-dari_iran_dalam_tatanan_dunia_baru_hingga_komitmen_terhadap_diplomasi
ParsToday - Anggota Majelis Syura Islam Iran menegaskan bahwa bangsa Iran telah memperoleh martabat abadi melalui Revolusi Islam dan musuh tidak akan mampu menghancurkan kehormatan serta keagungan ini.
(last modified 2026-02-13T08:42:22+00:00 )
Feb 13, 2026 12:20 Asia/Jakarta
  • Hossein Haghverdi, anggota Majelis Syura Islam Iran
    Hossein Haghverdi, anggota Majelis Syura Islam Iran

ParsToday - Anggota Majelis Syura Islam Iran menegaskan bahwa bangsa Iran telah memperoleh martabat abadi melalui Revolusi Islam dan musuh tidak akan mampu menghancurkan kehormatan serta keagungan ini.

Hossein Haghverdi, anggota Majelis Syura Islam Iran, Jumat, 13 Februari 2026, dalam wawancara dengan Kantor Berita Majelis, menekankan bahwa kehadiran masyarakat dalam pawai 22 Bahman merupakan pembaruan ikrar dengan cita-cita Imam Khomeini serta perwujudan martabat abadi bangsa Iran di hadapan musuh.

Haghverdi menyatakan, "Bangsa Iran tidak menerima kehinaan. Bangsa ini telah meraih martabat abadi melalui Revolusi Islam, dan musuh tidak akan mampu menghancurkan kehormatan serta keagungan kami."

Ia menilai ancaman musuh sebagai indikasi ketidakberdayaan mereka. "Jika musuh mengancam Iran dengan perang, itu bukan tanda kekuatan mereka, melainkan pengakuan atas kekuatan bangsa Iran. Musuh dengan bahasa tanpa kata berkata, apa pun yang kami lakukan, bangsa Iran telah mengalahkan kami," ujarnya.

Asghar Jahangir, Juru Bicara Mahkamah Agung Iran

Jahangir: Jangan Biarkan Musuh Merampas Persatuan dari Kita

Asghar Jahangir, Juru Bicara Mahkamah Agung Iran, dalam wawancara dengan ISNA, menyatakan bahwa Imam Khomeini mengajarkan rahasia kalimat persatuan yang kini terwujud dalam dukungan terhadap Pemimpin Revolusi Islam. "Karena itu, kita harus menjaga agar musuh tidak dapat merampas rahasia ini dari kita," tegasnya.

Jahangir merujuk pada partisipasi masyarakat dalam pawai 22 Bahman dan mengatakan para pejabat berkewajiban melayani masyarakat lebih dari sebelumnya secara berkesinambungan. Mereka juga harus membuktikan bahwa sebagaimana rakyat berdiri di belakang revolusi, para pejabat pun konsekuen terhadap komitmen mereka.

Ali Bahreini, Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran

Bahreini: Iran Berkomitmen pada Diplomasi untuk Perdamaian

IRIB menyoroti pernyataan Ali Bahreini, Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran untuk Organisasi Internasional di Jenewa. Bahreini dalam peringatan ke-47 kemenangan Revolusi Islam menyatakan bahwa revolusi ini mencerminkan tekad bangsa yang menghendaki martabat, kedaulatan, dan kemandirian.

"Revolusi ini tidak sekadar mengubah tatanan politik, tetapi juga menghidupkan kembali kepemilikan nasional atas nasib Iran," ujarnya.

Bahreini menegaskan, "Iran, sembari mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasionalnya secara tegas, tetap berkomitmen pada diplomasi sebagai instrumen utama untuk melindungi kepentingan nasional dan berkontribusi pada perdamaian. Dialog yang tulus hanya dapat berhasil jika didasari rasa hormat, kesetaraan, dan pengakuan atas kepentingan yang sah."

Gholamreza Mesbahi Moghgaddam, anggota Dewan Penentu Kebijakan Negara

Mesbahi Moghaddam: Jutaan Rakyat Bukti Modal Sosial Menghadapi Trump

Hujjatul Islam wal Muslimin Gholamreza Mesbahi Moghgaddam, anggota Dewan Penentu Kebijakan Negara dalam wawancara dengan FNA menyinggung partisipasi massal masyarakat dalam pawai 22 Bahman.

Ia menyatakan, "Tahun ini, berdasarkan perkiraan, lebih dari 26 juta orang di seluruh Iran berpartisipasi dalam pawai ini. Hal ini menunjukkan kedalaman ikatan masyarakat dengan cita-cita revolusi."

Ia menambahkan, "Pemimpin Revolusi Islam secara eksplisit meminta rakyat hadir di medan untuk menetralisir konspirasi arogansi global dan mengecewakan musuh. Setiap kali bangsa Iran merasakan ancaman terhadap kemerdekaan, keamanan, dan martabat negara, mereka turun ke medan dengan kohesi dan kekuatan yang lebih besar. Sensasi ancaman eksternal, tekanan politik dan propaganda musuh, serta kebutuhan untuk menunjukkan persatuan nasional merupakan faktor terpenting di balik partisipasi massal dalam pawai ini."

Houshang Hadianpour, anggota Majelis Syura Islam Iran

Anggota Parlemen: Iran Konsolidasi Posisinya dalam Tatanan Dunia Baru

IRNA dalam laporannya mengutip Houshang Hadianpour, anggota Majelis Syura Islam Iran, yang menyatakan, "Republik Islam, dengan mengandalkan kapasitas domestik dan manajemen berbasis nilai-nilai revolusi, akan mengkonsolidasikan posisinya dalam tatanan dunia baru di tengah dinamika global."

Hadianpour menambahkan, "Apa yang kita saksikan hari ini di kawasan dan internasional adalah bagian dari persaingan kekuatan besar untuk mempertahankan supremasi ekonomi dan politik dunia."

Ia melanjutkan, "Republik Islam Iran, sebagai negara merdeka dan berpengaruh di kawasan, senantiasa menjadi perhatian kekuatan global. Namun, bangsa Iran, dengan bersandar pada kepemimpinan revolusi dan kohesi internal, akan terus melanjutkan jalur kemajuannya."

Hadianpour menegaskan, "Meskipun kehadiran luas kekuatan ekstra-kawasan di Teluk Persia dan Laut Oman, kewibawaan pertahanan dan daya tangkal Republik Islam Iran telah memicu keraguan dan perhitungan serius atas setiap kemungkinan aksi militer terhadap negara ini."(sl)