Pezeshkian: Iran Tak Tunduk pada Kesewenangan AS dan Eropa
https://parstoday.ir/id/news/iran-i185312-pezeshkian_iran_tak_tunduk_pada_kesewenangan_as_dan_eropa
ParsToday - Presiden Republik Islam Iran menyatakan bahwa dunia saat ini harus menyaksikan bagaimana rakyat Iran, dalam rangka menjaga revolusinya, mematuhi kepemimpinan sistem, serta membela nilai-nilai dan tanah air mereka yang penuh kebanggaan, turun ke jalan dalam barisan jutaan orang di seluruh penjuru negeri.
(last modified 2026-02-11T17:09:58+00:00 )
Feb 12, 2026 00:08 Asia/Jakarta
  • Masoud Pezeshkian, Presiden Republik Islam Iran
    Masoud Pezeshkian, Presiden Republik Islam Iran

ParsToday - Presiden Republik Islam Iran menyatakan bahwa dunia saat ini harus menyaksikan bagaimana rakyat Iran, dalam rangka menjaga revolusinya, mematuhi kepemimpinan sistem, serta membela nilai-nilai dan tanah air mereka yang penuh kebanggaan, turun ke jalan dalam barisan jutaan orang di seluruh penjuru negeri.

Masoud Pezeshkian, Presiden Republik Islam Iran, pada hari Rabu (11/02/2026) bertepatan dengan peringatan ke-47 kemenangan Revolusi Islam, dalam kerumunan agung peserta pawai 22 Bahman yang berkumpul di Lapangan Azadi, Tehran, menyatakan, "Rakyat Iran bangkit untuk menegakkan keadilan, mewujudkan Iran yang merdeka, dan menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa Iran mampu membangun negaranya dengan kekuatan, tekad, ilmu, dan seni mereka sendiri, serta menghadirkan martabat dan kebebasan."

Menurut laporan ParsToday, Presiden Iran menegaskan, "Amerika dan Eropa telah mengerahkan segenap upaya mereka untuk melumpuhkan Revolusi Islam Iran, tapi mereka gagal. Mereka memaksakan perang delapan tahun kepada kami, mendukung Saddam Hussein untuk memecah belah dan menaklukkan Iran serta memaksanya menyerah, tetapi pemuda Iran dengan gagah berani, dengan mengorbankan nyawa mereka, membela negara, sistem, dan revolusi."

Pezeshkian, dengan menekankan bahwa sekelompok orang di masa lalu atas nama Iran telah menjarah seluruh sumber daya negara dan membawanya pergi, dan kini pun mereka mengklaim mampu mengelola negara, menambahkan, "Syuhada Iran yang terhormat tidak memiliki harta selain nyawa mereka, dan itu pun mereka korbankan di jalan tanah air demi kehormatan negeri ini. Kesyahidan mereka adalah bukti kuat bahwa musuh hanya membunuh orang-orang yang rela mengorbankan seluruh eksistensinya untuk negeri ini."

Presiden Iran menilai peran negara-negara kawasan dan negara-negara Islam dalam menggagalkan konspirasi musuh sebagai hal yang penting, dan menambahkan, "Negara-negara kawasan satu per satu, melalui kontak telepon, menyampaikan keprihatinan dan sikap mereka kepada kami. Di sepanjang jalan ini, saya menyampaikan apresiasi kepada para pejabat, presiden, dan pemimpin negara-negara kawasan, termasuk Turki, Qatar, Uni Emirat Arab, Pakistan, Arab Saudi, Mesir, dan lainnya, yang memiliki keprihatinan terhadap Iran dan mengupayakan penyelesaian damai serta diplomatik atas isu-isu regional agar rezim Israel dan Amerika tidak mendapatkan kesempatan untuk menjalankan rencana jahat mereka."

Pezeshkian menegaskan, "Iran tidak akan menundukkan kepala di hadapan kesewenang-wenangan Amerika dan Eropa. Kami tidak mencari senjata nuklir dan siap untuk verifikasi. Kami berdialog untuk perdamaian dan stabilitas dengan negara-negara kawasan."

Presiden Republik Islam Iran, dengan menekankan bahwa kawasan kami tidak membutuhkan kehadiran asing, menyatakan, "Kami siap berdialog dalam kerangka hukum internasional dan hak-hak Iran, dan kami tidak akan melanggar garis merah yang telah ditetapkan oleh Pemimpin Revolusi."(sl)