72.061 Syuhada Gaza
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i185462-72.061_syuhada_gaza
ParsToday - Dengan berlanjutnya agresi rezim Zionis di Jalur Gaza, total jumlah syuhada di wilayah ini sejak awal perang hingga kini mencapai 72.061 orang.
(last modified 2026-02-20T18:11:52+00:00 )
Feb 15, 2026 16:15 Asia/Jakarta
  • Syuhada Gaza
    Syuhada Gaza

ParsToday - Dengan berlanjutnya agresi rezim Zionis di Jalur Gaza, total jumlah syuhada di wilayah ini sejak awal perang hingga kini mencapai 72.061 orang.

Melaporkan dari kantor berita Shehab, IRNA pada Senin, 16 Februari 2026, Kementerian Kesehatan Gaza mengumumkan bahwa dalam 24 jam terakhir, 10 orang gugur dan 9 lainnya terluka di wilayah ini.

Sejak pengumuman gencatan senjata pada 11 Oktober 2025 hingga kini, 601 orang telah gugur dan 1.607 orang terluka di Gaza. Jenazah 726 orang juga ditemukan selama periode ini.

Menurut laporan ini, total jumlah syuhada sejak dimulainya perang pada 7 Oktober 2023 hingga kini mencapai 72.061 orang, dan jumlah korban luka mencapai 171.715 orang.

Komite Perlawanan Palestina menggambarkan serangan dini hari Senin rezim Zionis terhadap tenda-tenda pengungsi di Kota Khan Yunis dan Kamp Jabalia di Jalur Gaza sebagai kejahatan perang, dan menyatakan bahwa rezim ini berupaya memperpanjang perang terhadap bangsa Palestina.

Berita ini dirilis setelah serangan kriminal rezim Zionis pada Senin dan pemboman tenda-tenda pengungsi di Khan Yunis dan Jabalia yang mengakibatkan gugurnya sejumlah warga. Komite Perlawanan Palestina dalam pernyataannya menilai serangan ini sebagai kejahatan perang dan menambahkan bahwa serangan ini mencerminkan mentalitas fasis Zionis yang menganggap remeh pertumpahan darah rakyat Palestina. Dengan tidak adanya pertanggungjawaban dan diamnya komunitas internasional, mereka berupaya memaksakan kondisi mereka.

Pernyataan itu menambahkan bahwa kejahatan baru Zionis dan pembantaian yang dilakukan membuktikan kepada semua pihak bahwa kabinet penjahat perang Benjamin Netanyahu tidak ingin mematuhi kesepakatan gencatan senjata apa pun. Sebaliknya, dengan dalih dan pembenaran palsu serta menyesatkan, mereka berupaya memperpanjang perang dengan mengorbankan pertumpahan darah rakyat Palestina.

Komite Perlawanan Palestina menegaskan bahwa mereka menganggap pemerintah Amerika Serikat sepenuhnya bertanggung jawab atas situasi tragis ini, karena Amerika adalah mitra dan pendukung utama rezim Zionis. Amerika memberikan lampu hijau dan perlindungan militer kepada rezim ini dan para pemimpin kriminalnya untuk terus menghancurkan rakyat mereka.

Bulan Sabit Merah Palestina dalam statistik terbarunya pagi ini mengumumkan bahwa sebagai akibat serangan hari Senin oleh penjajah di Khan Yunis dan Jabalia, 10 orang gugur dan sejumlah lainnya terluka.(sl)