Rusia Peringatkan Konsekuensi Aksi Militer terhadap Iran
-
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov
Pars Today - Moskow mengingatkan bahwa langkah militer terhadap Tehran tidak akan menyelesaikan masalah dan hanya akan memperdalam ketidakstabilan regional.
Dalam pertemuan Majelis Asia Barat Klub Dialog Internasional Valdai ke-15, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan kembali penentangan negaranya terhadap penggunaan kekuatan militer untuk menyelesaikan ketegangan dengan Iran.
"Opsi militer tidak akan menjamin keamanan siapa pun," ujarnya, seraya menambahkan bahwa langkah seperti itu hanya akan memperburuk krisis yang ada.
Lavrov juga membahas pentingnya melanjutkan dialog diplomatik mengenai program nuklir Iran dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Oman, Badr bin Hamad Al Busaidi. Kedua pejabat sepakat bahwa negosiasi harus dilanjutkan untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima semua pihak dan memastikan keamanan regional.
Peringatan diplomatik Moskow muncul di tengah meningkatnya kehadiran militer Amerika Serikat di Asia Barat. Posisi Rusia menekankan komitmennya terhadap penyelesaian damai dan penolakan terhadap pendekatan konfrontatif, yang mencerminkan kepentingan strategisnya yang lebih luas di kawasan.
Analis mengamati bahwa posisi Rusia didorong oleh beberapa faktor, termasuk menjaga kemitraan strategis dengan Iran, menghindari konflik regional tambahan yang dapat membebani kapasitas militer Moskow, dan menentang unilateralisme Amerika Serikat. Selain itu, stabilitas di perbatasan selatan Rusia terkait erat dengan keamanan di Asia Tengah dan Kaukasus, sehingga ketidakstabilan di Iran dapat berdampak luas.
Lavrov menekankan bahwa keamanan Iran terkait erat dengan kepentingan nasional Rusia, dan Moskow akan terus mendorong penyelesaian damai melalui saluran diplomatik.(sl)