Nikmat Terbesar
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i27787-nikmat_terbesar
Wahai para hamba Allah! Akal adalah nikmat yang terbesar. Orang yang tak punya akal, dia tak punya semangat. Orang yang tak punya semangat, tak punya nilai sebagai teman. puncak dari berakal adalah bersikap baik pada orang lain. Kebahagiaan dua alam akan didapatkan dengan akal dan orang yang tidak berakal, tidak memiliki kebahagiaan sedikitpun.
(last modified 2026-03-28T18:01:20+00:00 )
Des 09, 2016 12:01 Asia/Jakarta
  • Imam Hasan as
    Imam Hasan as

Wahai para hamba Allah! Akal adalah nikmat yang terbesar. Orang yang tak punya akal, dia tak punya semangat. Orang yang tak punya semangat, tak punya nilai sebagai teman. puncak dari berakal adalah bersikap baik pada orang lain. Kebahagiaan dua alam akan didapatkan dengan akal dan orang yang tidak berakal, tidak memiliki kebahagiaan sedikitpun.

Lentera Hidayah

Imam Hasan as senantiasa menganjurkan masyarakat untuk membaca al-Quran. Beliau mengatakan, “Di dalam al-Quran ini memancar lentera-lentera hidayah dan hati akan membaik dengan petunjuknya. Oleh karena itu, hati harus dinyalakan dan dikokohkan dengan sinarnya yang memancar. Hati seorang mukmin akan menyala dengan perantara berpikir yang benar dan menemui jalannya. Sebagaimana para pejalan yang melewati kegelapan dengan menggunakan sorotan cahaya...”

Pintu Gerbang Menuju Ilahi

Wahai manusia! Kalian telah bertanya kepadaku tentang ketakwaan. Ketahuilah bahwa Allah tidak menciptakan kalian secara sia-sia. Suatu hari Dia telah membagi-bagi kalian dengan hikmah, sehingga setiap orang akan memanfaatkannya sesuai dengan kedudukan dan posisinya. Oleh karena itu, apa yang telah ditetapkan-Nya, pasti akan sampai pada kalian dan apa yang ditahan-Nya dari kalian, pasti tidak akan sampai pada kalian...kalian diciptakan untuk beribadah kepada-Nya dan wajib bagi kalian, untuk senantiasa mengingat-Nya dalam segala kondisi.

Adapun ketakwaan adalah perantara terakhir yang menyenangkan-Nya. Takwa adalah pintu gerbang menuju ilahi. Hasil dari perbuatan yang baik dan nilai setiap perbuatan, berlandaskan pada ketakwaan. Barang siapa yang bertakwa, maka dia akan mencapai kebahagiaan dan keselamatan. Allah dalam al-Quran berfirman, “Kebahagiaan dan kebebasan bagi orang-orang yang bertakwa. Orang-orang yang bertakwa akan merasa bebas dengan nikmat ketakwaannya. Keburukan sama sekali tidak akan sampai pada mereka dan mereka tidak akan merasa sedih...” 

Tempat dan Tujuan Kita, Satu

Salah satu sahabat Imam Ali di hari Arafah pergi ke rumahnya Imam Husein as. Imam Husein as bersama sahabat-sahabatnya sedang mengkaji dan membahas ilmu. Semuanya sedang berpuasa. Di depan masing-masing dari mereka ada al-Quran terbuka dan sedang menunggu adzan maghrib untuk berbuka puasa. Seorang lelaki maju mendekat kepada Imam Husein dan bertanya tentang sebuah masalah dan mendapatkan jawabannya dan dia pergi ke rumah Imam Hasan untuk sebuah urusan.

Di rumah Imam Hasan as telah siap hidangan makanan di atas taplak besar. Banyak buah dan makanan telah ditata rapi. Masyarakat datang ke rumah Imam Hasan dan mengucapkan selamat, makan buah dan makanan. Lelaki tersebut merasa takjub dengan apa yang dilihatnya. Oleh karena itu, dia menunggu sampai Imam Hasan ada lowongan. Kemudian dia mendekat kepada Imam Hasan dan berkata, “Wahai Putra Amirul Mukminin! Bagaimana mungkin di rumah saudara Anda di hari ini, ada majlis kajian dan ada hidangan buka puasa, sementara di rumah Anda ada majlis perjamuan dan hidangan makanan?”

Imam Hasan tersenyum dan berkata, “Wahai hamba Allah! Tempat dan tujuan kami, satu. Kami harus memerhatikan semua masyarakat. Bila kami berjalan di satu jalan, maka semuanya tidak akan bisa melewatinya. Bila hari ini kami tidak berpuasa, tujuannya agar mereka yang tidak berpuasa jangan sampai terpencar. Bila saudaraku berpuasa, karena supaya mereka yang berpuasa tidak terpencar.”

Tanda-Tanda Akhlak Yang Baik

Jabir bin Abdullah Anshari merupakan salah satu sahabat setia Rasulullah Saw yang berumur panjang. Suatu hari dia pergi ke rumah Imam Hasan as dan berkata, “Wahai Putra Rasulullah Saw! Rasulullah bersabda, “Aku menjadi seorang Rasul, untuk menyebarkan akhlak yang baik di tengah-tengah masyarakat.” Sekarang, mohon jelaskan, menurut Anda apakah tanda-tanda akhlak yang baik itu?!”

Imam Hasan as berkata, “Hai Jabir! Ketahuilah bahwa akhlak yang baik itu ada sepuluh: Jujur, dermawan, berperilaku yang benar, bersikap baik pada orang lain, memberikan balasan kebaikan atas perbuatan baik orang lain, menjalin hubungan silaturrahim dengan keluarga dan orang-orang dekat, berbuat baik kepada tetangga, mengenali hak orang lain, menyambut tamu dengan baik, dan puncak semua ini adalah Haya’ [rasa malu].”

Allah Mencintai Keindahan

Allah itu indah dan mencintai keindahan.

Jawaban Imam Hasan ini juga termasuk jawaban yang indah yang senantiasa mengalir dari mulutnya yang penuh berkah. Pertanyaan seorang lelaki sebagai berikut, “Wahai Putra Rasulullah! Mengapa ketika salat, Anda memakai baju yang paling bagus, dan Anda begitu memerhatikan kerapihan?”

Imam Hasan menjawab, “Allah dalam al-Quran berfirman, “Ketika pergi ke masjid, pakailah perhiasan kalian. Oleh karena itu, saya juga ketika mau menemui Allah, saya memakai bajuku yang paling bagus.”

Ketika Imam Hasan sampai di masjid untuk mengerjakan salat, beliau menghadapkan kepalanya ke atas seraya berkata, “Ya Allah! Tamu-Mu telah datang ke pintu rumah-Mu... sang pendosa telah kembali ke sisi-Mu...untuk itu, demi kasih sayang dan kedemawanan-Mu, Ampunilah dosanya...Wahai Tuhan Yang Maha Pengampun bagi hamba-hamba-Mu yang pendosa!” (Emi Nur Hayati)

Sumber: Sad Pand va Hekayat; Imam Hasan as