Shaaban: Kesepakatan di Suriah Tergantung Persetujuan Pemerintah
Penasihat Presiden Suriah untuk Urusan Media mengatakan, tidak ada kesepakatan apapun di internal Suriah tanpa persetujuan pemerintah Damaskus.
Bouthaina Shaaban mengatakan hal itu dalam wawancara dengan jaringan televisi al-Mayadeen, Rabu (21/12/2016) ketika menyinggung bahwa koordinasi antara Suriah dan sekutunya adalah koordinasi permanen.
"Perang yang dihadapi Suriah saat ini memiliki berbagai dimensi dan lapisan," kata Shaaban seperti dilansir IRNA.
Ia memuji prestasi-prestasi Suriah dalam memerangi terorisme. Menurutnya, pengorbanan rakyat Suriah dan sekutunya telah mengantarkan kondisi ke tahap perkembangan saat ini.
Shaaban menegaskan, Suriah menuntut persahabatan dengan semua negara dunia dan hubungan persabahatan ini didasarkan pada integritas, independensi, kehormatan dan martabat negara.
"Permusuhan sejumlah negara terhadap Suriah tidak akan dimaafkan," ujarnya.
Terkait hubungan Suriah dengan Amerika Serikat, Penasihat Bashar al-Assad untuk Urusan Media ini mengatakan, tidak ada jalur kontak antara Suriah dan AS.
"Saat ini, juga tidak ada jalur komunikasi langsung antara Suriah dengan Turki dan Arab Saudi," imbuhnya.
Di bagian lain penjelasannya, Penasihat Presiden Suriah menyinggung upaya rezim Zionis Israel dan sejumlah negara pendukung rezim ini untuk menyebarkan Iranphobia di kawasan guna mencapai tujuan-tujuan mereka.
"Republik Islam Islam adalah sebuah negara penting dan tentangga kami di kawasan Timur Tengah, dan tidak tidak ada sejarah kolonialisme dan agresi terhadap bangsa-bangsa Arab," jelasnya.
Orang-orang yang menciptakan keributan terhadap Iran, lanjut Shaaban, hanya mengejar untuk memuaskan musuh (Zionis).
Dalam wawancara tersebut, wartawan juga bertanya kepada Shaaban tentang hubungan Suriah dengan Lebanon dan apakah ia bahagia dengan naiknya Michel Aoun sebagai Presiden baru Lebanon.
"Jenderal Michel Aoun adalah sahabat kami dan posisinya untuk Lebanon, Suriah dan negara-negara kawasan lainnya jelas. Suriah dan Lebanon adalah negara bertetangga dan apa yang menguntungkan dan merugikan Suriah, juga menguntungkan dan merugikan Lebanon," jawabnya. (RA)