Menlu Irak Tekankan Pentingnya Rekonsiliasi Nasional
Menteri Luar Negeri Irak mengatakan bahwa negaranya –selain memerlukan keamanan nasional dan kemajuan militer– juga membutuhkan rekonsiliasi nasioanal semua kelompok.
Ibrahim al-Jaafari mengungkapkan hal itu dalam dialog tentang rencana rekonsiliasi nasional di Irak baru-baru ini.
''Partisipasi semua kelompok dalam implementasi rekonsiliasi nasional untuk kesukesan Irak adalah penting,'' imbuhnya.
Ia juga menyinggung pengaruh dari pembebasan Aleppo dan kekalahan kelompok teroris Takfiri Daesh di berbagai medan perang Suriah terhadap kondisi Irak.
Al-Jaafari mengungkapkan keyakinan bahwa dengan mengesampingkan konflik internal dan regional, maka tujuan dalam pemberantasan terorisme akan lebih cepat dicapai.
Di bagian lain statemennya, Menlu Irak menyinggung pertemuan Republik Islam Iran, Rusia dan Turki untuk membahas situasi di Suriah, dan hal ini kemungkinan juga akan diperlukan untuk Irak.
Ia menjelaskan, mengingat Daesh adalah musuh bersama regional, maka jika diperlukan koordinasi intelijen dan keamanan, Irak akan memberikan jawaban positif.
Al-Jaafari menilai pemeliharaan hubungan rakyat Irak dan rakyat Turki sebagai fakta yang tidak dapat dipungkiri meskipun ada pernyataan keras dari sejumlah pejabat Ankara.
''Pasukan Turki tidak memiliki peran apapaun dalam operasi anti-teroris Daesh di kota Mosul, ungkapnya.
Ia juga menyinggung lambatnya kemajuan operasi pembebasan kota Mosul, dan menegaskan, bedasarkan program yang telah dijalankan, melindungi nyawa warga sipil Irak dalam operasi ini terutama dari kejahatan Daesh yang tidak mengenal batasan adalah prioritas pasukan Irak. (RA)