Israel Khawatir Semakin Teralienasi Jika Tolak Resolusi DK PBB
Kepala Kantor Perdana Menteri rezim Zionis Israel mengatakan, reaksi PM Israel atas pengesahan resolusi Dewan Keamanan PBB, akan menyebabkan Tel Aviv semakin dikucilkan di dunia internasional.
IRNA (27/12) melaporkan, Dov Weissglass, Kepala Kantor Benyamin Netanyahu, PM Israel, Selasa (26/12) menuturkan, upaya untuk menghukum 14 negara yang memberi suara setuju atas resolusi DK PBB terkait penghentian pembangunan permukiman Zionis, pada kenyataannya mewujudkan mimpi rakyat Palestina agar Israel terkucil di level global.
Emmanuel Nahshon, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Selasa mengumumkan, Tel Aviv akan menurunkan level kerja sama dengan kedubes negara-negara yang mendukung resolusi DK PBB anti-Israel.
Sementara Kepala Kantor PM Israel menegaskan, keputusan Amerika Serikat untuk tidak memveto resolusi anti-Israel dilakukan sebagai kelanjutan kebijakan kabinet sekarang dan pemerintahan-pemerintahan sebelumnya, karena pemerintahan Amerika sekarang dan sebelumnya tidak pernah setuju dengan pembangunan distrik Zionis.
DK PBB pada Jumat (23/12) mengesahkan sebuah resolusi yang mengecam pembangunan distrik-distrik Zionis di wilayah pendudukan Palestina dengan 14 suara setuju dan satu suara abstain dari Amerika. (HS)