500 Milisi Bersenjata Menyerahkan Diri kepada Pemerintah Suriah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i30652-500_milisi_bersenjata_menyerahkan_diri_kepada_pemerintah_suriah
Pejabat dan Koordinator Program Rekonsiliasi Nasional Suriah di distrik Wadi al-Bardi mengatakan, berkas 500 orang dari milisi bersenjata di distrik ini yang ingin memanfaatkan pengampunan presiden telah ditangani.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 12, 2017 01:05 Asia/Jakarta
  • 500 Milisi Bersenjata Menyerahkan Diri kepada Pemerintah Suriah

Pejabat dan Koordinator Program Rekonsiliasi Nasional Suriah di distrik Wadi al-Bardi mengatakan, berkas 500 orang dari milisi bersenjata di distrik ini yang ingin memanfaatkan pengampunan presiden telah ditangani.

Ali Muhammad Yusuf mengatakan hal itu dalam sebuah pernyataan pada Rabu (11/1/2017) seperti dilaporkan kantor berita resi Suriah, SANA.

 

Ia menambahkan, 60 orang dari milisi bersenjata yang menyerah ini adalah buronan.

 

Yusuf menjelaskan, jumlah milisi bersenjata yang menyerah akan melebihi 500 orang, sebab, penduduk distrik Wadi al-Bardi di barat laut Suriah menuntut diakhirinya keberadaan milisi bersenjata di daerah mereka.

 

Ia menegaskan, distrik Wadi al-Bardi dalam waktu dekat akan bersih dari milisi bersenjata dan lembaga-lembaga pemerintah serta berbagai kelompok insinyur akan masuk ke distrik ini guna merekonstruksi instalasi sumber air al-Fijeh.

 

Koordinator Program Rekonsiliasi Nasional Suriah itu lebih lanjut menuturkan, mengingat tuntutan penduduk distrik Wadi al-Bardi untuk terbebas dari pendudukan kelompok-kelompok teroris Takfiri, militer Suriah telah memulai operasi untuk menekan para teroris.

 

Pada tanggal 24 Desember 2006,  kelompok-kelompok bersenjata dan teroris di distrik Wadi al-Bardi termasuk Front al-Nusra mencemari sumber-sumber utama penyediaan air minum kota Damaskus yang ada di distrik tersebut dengan bahan bakar minyak dan solar.

 

Selama lebih dari 15 hari, air minum di kota Damaskus terputus dan penyediaan air di ibukota Suriah ini dilakukan dengan mobil tanker air.

 

Distrik Wadi al-Bardi terdiri dari 13 desa, di mana 10 dari jumlah desa ini diduduki oleh teroris dan tiga lainya berada di bawah kontrol militer Suriah.

 

Sumber air Ein al-Fijeh merupakan sumber air minum utama bagi penduduk Damaskus dan pinggiran kota ini.

 

Menyusul kemenangan militer Suriah di berbagai medan tempur dan kegagalan beruntun kelompok-kelompok teroris di negara ini, para teroris membalas kekalahan mereka dengan merusak infrastruktur Suriah dan membuat kerusakan luas terhadap sistem transmisi listrik dan pengairan di negara Arab ini. (RA)