Jabhat Fateh Al-Sham Pecah, Dua Tokohnya Memisahkan Diri
Dua tokoh terkemuka Jabhat Fateh Al-Sham, yang sebelumnya bernama Jabhat Al-Nusra, menyatakan memisahkan diri dari kelompok teroris yang mereka dirikan itu.
Press TV melaporkan, Abu Ahmad Zakour yang dikenal dengan Jihad Al-Sheikh bertindak selaku pejabat ekonomi kelompok teroris Jabhat Al-Nusra, dan Abdullah Hallab, yang dikenal dengan panggilan Hamzah Sandah, telah mengumumkan memisahkan diri dari Jabhat Al-Nusra.
Kedua teroris ini dalam statemennya menyinggung sejumlah masalah seperti: perpecahan dan perselisihan antaranggota, ambisi salah satu faksi untuk menguasai arena pertempuran, dan pesimisme untuk mewujudkan barisan yang kuat di bawah bendera Jabhat Al-Nusra.
Provinsi Idlib Suriah sejak Jumat lalu menjadi arena pertempuran antara kelompok teroris, Jabhah faeth Al-Sham, Ahrar Al-Sham dan Jund Al-Aqsa.
Pada Jumat malam kelompok Ahrar Al-Sham terlibat baku tembak dengan Jabhah Fateh Al-Sham dan Jund Al-Aqsa. pertempuran tersebut menyebabkan sebagian dari milisi teroris tewas.
Selama beberapa waktu, ketiga kelompok teroris ini mengusai wilayah utara dan barat Idlib, tapi di antara mereka sendiri terlibat pertempuran yang dipicu berbagai motif, terutama wilayah kekuasaan.
Krisis Suriah meletus sejak 2011 dengan masuknya kelompok teroris yang didukung Arab Saudi, AS dan sekutunya, termasuk Turki dengan tujuan menggulingkan pemerintahan Bashar Assad, tapi hingga kini tujuan tersebut tidak terwujud.(PH)