Ketika Uni Eropa Mengamini Israel
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i32405-ketika_uni_eropa_mengamini_israel
Uni Eropa menghentikan pemberian gaji karyawannya di Jalur Gaza demi mengamini tekanan berulangkali rezim Zionis terhadap organisasi negara Eropa itu.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 05, 2017 14:37 Asia/Jakarta
  • Ketika Uni Eropa Mengamini Israel

Uni Eropa menghentikan pemberian gaji karyawannya di Jalur Gaza demi mengamini tekanan berulangkali rezim Zionis terhadap organisasi negara Eropa itu.

Shadi Othman, pejabat media dan komunikasi Uni Eropa menyatakan, Uni Eropa telah mengambil kebijakan baru mengesahkan pemutusan gaji pegawainya di Jalur Gaza berdasarkan penilaian tahunan prioritas dukungan finansial, dan mempertimbangkan tekanan berulangkali Israel terhadap organisasi negara Eropa itu.

Othman menegaskan bahwa Uni Eropa dalam kebijakan barunya menghentikan pemberian gaji kepada staf lokal di jalur Gaza, dan hanya memberikan bantuan finansial sebesar 30 juta dolar untuk mendukung proyek ekonomi, dan membantu keuangan keluarga miskin di Jalur Gaza.

Dilaporkan, bantuan finansial Uni Eropa terhadap Palestina sebesar 300 juta euro setiap tahun. Dari jumlah tersebut, 200 juta euro dialokasikan untuk membayar gaji karyawannya dan membiayai proyek ekonomi. Sedangkan 100 juta euro lainnya dipergunakan untuk mendukung operasional Organisasi PBB Urusan Pengungsi Palestina (UNRWA).

Sejatinya, pemutusan sebagian bantuan finansial Uni Eropa terhadap Palestina bermakna dukungan organisasi negara Eropa ini terhadap kebijakan rezim Zionis untuk menekan Palestina, terutama warga Gaza yang selama ini menjadi bulan-bulanan blokade rezim Zionis. Keputusan baru Uni Eropa tersebut memicu gelombang kritik dari publik internasional.

Opini publik dunia menegaskan urgensi bantuan kemanusiaan segera terhadap warga tertindas Palestina, dan upaya rekonstruksi Gaza yang porak-poranda akibat tiga perang yang dilancarkan rezim Zionis selama beberapa tahun lalu, terutama perbaikan tempat tinggal, rumah sakit dan sekolah.

Tapi, muncul pertanyaan besar mengapa negara-negara Eropa dengan berbagai alasan tidak menjalankan sebagian besar janjinya untuk membantu Palestina, terutama warga Gaza. Terkait hal ini, beberapa negara Eropa menjadikan jaminan keamanan Israel sebagai syarat rekonstruksi Jalur Gaza. Saat ini masalah tersebut menjadi kebijakan para pemimpin negara-negara Eropa. Mereka menggunakan bantuan kemanusiaannya kepada bangsa Palestina di Jalur Gaza untuk membenamkan kepentingannya terhadap mereka.

Negara-negara Eropa mendukung agresi militer yang dilancarkan rezim Zionis terhadap Gaza. Kini mereka berupaya melemahkan gerakan perlawanan Palestina dengan membatasi bantuan kemanusiaannya terhadap warga Gaza. kebijakan tersebut diambil di saat rezim Zionis berulangkali gagal mewujudkan ambisi destruktifnya terhadap Palestina.

Sikap terbaru negara-negara Eropa yang mengurangi bantuan kemanusiaan terhadap Gaza berlangsung di saat rezim Zionis meningkatkan aksi represif terhadap Palestina di Jalur Gaza. Para pejabat internasional dalam berbagai laporannya menyampaikan kekhawatiran mengenai tragedi kemanusiaan di wilayah yang diblokade Israel itu, terutama sikap lamban publik internasional dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada orang-orang Palestina.

Tidak diragukan lagi, kecaman terhadap kejahatan rezim Zionis yang disampaikan para pejabat tinggi negara-negara Eropa yang diambil karena ditekan opini publik negaranya masing-masing jelas tidak akan membantu memulihkan kondisi Palestina. Lebih dari itu, sikap ambigu negara-negara Barat termasuk bentuk keterlibatan mereka dalam kejahatan yang dilakukan rezim Zionis terhadap Palestina.(PH)