Arab Saudi Siap Kirim Pasukan Darat ke Suriah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i33316-arab_saudi_siap_kirim_pasukan_darat_ke_suriah
Arab Saudi menyatakan siap mendukung Amerika Serikat dalam perang yang diklaim melawan kelompok teroris Takfiri Daesh di Suriah dengan mengirimkan pasukan darat serta pasukan khususnya ke negara Arab yang dilanda perang itu.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 22, 2017 09:40 Asia/Jakarta
  • Adel al-Jubeir
    Adel al-Jubeir

Arab Saudi menyatakan siap mendukung Amerika Serikat dalam perang yang diklaim melawan kelompok teroris Takfiri Daesh di Suriah dengan mengirimkan pasukan darat serta pasukan khususnya ke negara Arab yang dilanda perang itu.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, mengemukakan hal itu dalam wawancara eksklusif dengan surat kabar Jerman Süddeutsche Zeitung yang diterbitkan Senin (20/02/2017), dan menambahkan bahwa ada konsultasi dengan Amerika soal "rencana sebenarnya dan apa yang dibutuhkan."

 

Dia juga menyatakan bahwa seiring dengan Riyadh, "negara Arab" Teluk Persia juga "siap mengalokasikan pasukan untuk bertempur di pihak AS," tanpa memberikan rincian lebih lanjut tentang inisiatif militer potensial itu.

 

Sejak 2014, Amerika Serikat telah melakukan kampanye udara di Suriah dan Irak dengan klaim memberantas Daesh.

 

Di bagian lain sambutannya, Menteri Luar Negeri Arab Saudi mengatakan "Ide utamanya adalah bahwa" wilayah yang dibebaskan dari cengkeraman Daesh harus diserahkan kepada kelompok oposisi bersenjata Suriah yang didukung asing untuk mencegah gerakan Hizbullah Lebanon, pemerintah Iran dan Suriah merebut kendalinya.

 

Jubeir juga menegaskan kembali sikap Riyadh mengenai Presiden Suriah Bashar Al-Assad, dan menegaskan ia harus mundur seraya mengklaim bahwa perundingan damai Jenewa mendatang adalah untuk menyiasati transisi politik mempersiapkan pembentukan sebuah "Suriah baru tanpa Assad."

 

Sebuah putaran baru perundingan yang dipimpin PBB dijadwalkan akan diselenggarakan di Jenewa, Swiss, pada hari Kamis, yang melibatkan pemerintah Suriah dan perwakilan dari kelompok-kelompok oposisi bersenjata.(MZ)