Israel Akui Kalah Melawan Muqawama
Gerakan Jihad Islam dan Hamas menekankan, laporan penyidik rezim Zionis Israel terkait perang 50 hari Gaza sejatinya bentuk pengakuan kekalahan Tel Aviv melawan kubu muqawama Palestina.
Menurut laporan Pusat Informasi Palestina, Hazem Qassim, juru bicara Hamas Rabu (1/3) di statemennya menjelaskan, meski Israel senantiasa mengklaim memiliki militer yang tak terkalahkan, namun bangsa dan muqawama Palestina di perang terbaru telah membutkikan kemampuannya memberi perlawanan dan mengalahkan tentara Israel.
Jubir Hamas menjelaskan, muqawama Jalur Gaza dan bangsa Palestina pada musim panas tahun 2014 terlibat perang sejati dengan rezim Zionis dan Brigade Izzuddin Qassam serta kelompok muqawama lainnya di perang ini mampu mengalahkan musuh dan meraih prestasi gemilang serta di masa depan pun mereka akan tetap mampu mengalahkan rezim Zionis.
Dalam hal ini, Daud Shahab, pejabat bidang penerangan Gerakan Jihad Islam Palestina mengatakan, muqawama sepenuhnya memantau friksi internal rezim Zionis dan upaya berbagai partai Israel memanfaatkan perang Gaza untuk memajukan ambisi dan tuntutan mereka. Menurutnya muqawama sepenuhnya siap menghadapi perang berikutnya.
Shahab memperingatkan segala bentuk kedunguan Israel dan pengobaran perang lain terhadap Jalur Gaza. Ia mengatakan, perang baru terhadap Gaza akan menimbulkan tragedi bagi Zionis.
Penyidik Israel hari Selasa (28/2) di laporannya terkait perang 50 hari Gaza menuding perwira militer, keamanan dan elit politik rezim ini kalah di perang tersebut dan mengatakan, militer Israel tidak memiliki informasi yang cukup dan benar terkait tunel muqawama di Gaza dan mengalami kekalahan tanpa berhasil meraih ambisinya. (MF)