10 Warga Gaza Gugur Syahid dalam Serangan Pagi Ini
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i188524-10_warga_gaza_gugur_syahid_dalam_serangan_pagi_ini
Pars Today - Sumber-sumber rumah sakit di Jalur Gaza melaporkan kelanjutan kejahatan rezim Zionis dan gugurnya 10 warga Palestina, termasuk beberapa anak, akibat serangan pasukan pendudukan.
(last modified 2026-04-15T04:40:11+00:00 )
Apr 15, 2026 11:38 Asia/Jakarta
  • Warga Gaza gugur syahid
    Warga Gaza gugur syahid

Pars Today - Sumber-sumber rumah sakit di Jalur Gaza melaporkan kelanjutan kejahatan rezim Zionis dan gugurnya 10 warga Palestina, termasuk beberapa anak, akibat serangan pasukan pendudukan.

Melaporkan dari jaringan Al Jazeera, IRNA pada Rabu, 15 April 2026, sumber medis di Jalur Gaza mengumumkan bahwa sejak pagi ini (Rabu), akibat tembakan dan serangan militer rezim Zionis ke berbagai wilayah di enklave ini, 10 warga Palestina gugur.

Berdasarkan laporan ini, di antara syuhada serangan hari ini, terdapat dua anak.

Serangan ini terjadi sementara situasi kemanusiaan di Gaza dilaporkan semakin memburuk setiap saat akibat kelanjutan blokade dan serangan terarah ke kawasan pemukiman.

2.400 Pelanggaran Gencatan Senjata dalam 6 Bulan

Di sisi lain, Kantor Informasi Pemerintah di Gaza mengumumkan bahwa selama 6 bulan terakhir, gencatan senjata di Jalur Gaza telah dilanggar 2.400 kali. Pelanggaran tersebut meliputi penembakan, pemboman, penggerebekan, dan penghancuran.

Akibat agresi ini, 754 warga Palestina gugur dan 2.100 lainnya terluka. Lebih dari 99 persen korban adalah warga sipil, termasuk sejumlah besar anak dan perempuan.

Menurut pengumuman Kantor Informasi Pemerintah di Gaza, dalam 6 bulan terakhir, 50 warga Palestina juga ditahan di lingkungan pemukiman.

Pintu Rafah Hampir Tertutup

Selama periode ini, dari total 36.800 pelintas, hanya 2.703 orang yang berhasil melintasi perbatasan Rafah. Dari total 110.400 truk, hanya 41.714 truk dan 14 persen bahan bakar yang masuk ke Jalur Gaza. Hal ini menandakan ketidakpatuhan rezim pendudukan terhadap masuknya bantuan yang memadai, bahan bakar, peralatan medis, dan upaya rekonstruksi.

Kantor Informasi Pemerintah di Gaza, seraya mencatat bahwa kelanjutan agresi ini merupakan pelanggaran hukum internasional dan pelemahan gencatan senjata, menyeru masyarakat internasional untuk mewajibkan rezim pendudukan melaksanakan kesepakatan, melindungi warga sipil, dan menjamin masuknya bantuan.(sl)