Irak Tolak Permintaan Saudi untuk Tukar Tahanan
Menteri Kehakiman Irak menolak permintaan Arab Saudi untuk melakukan pertukaran tahanan dua negara.
Haider Al Zamili, Menteri Kehakiman Irak dalam wawancara dengan IRIB News (2/2) mengabarkan upaya Kedutaan Besar Saudi di Baghdad untuk membebaskan tahanan-tahanan negara itu.
Haider Al Zamili mengatakan, pemerintah dan parlemen Irak menolak permintaan pertukaran tahanan yang disampaikan Saudi dan permintaan ini tertolak, terutama karena sebagian besar warga Saudi yang ditahan adalah teroris.
Menteri Kehakiman Irak menambahkan, sebagian besar teroris asing yang ditangkap adalah warga Saudi, Tunisia, Yordania, Palestina dan Maroko.
Ia menegaskan, saat ini lebih dari 370 teroris asal negara-negara Arab termasuk Saudi, sedang menunggu vonis mati, dan Kementerian Kehakiman Irak tidak akan membatalkan ekseskusi mati atas para teroris itu.
Haider Al Zamili menjelaskan, di antara para teroris yang ditahan itu terdapat 230 mantan perwira militer rezim Saddam Hussein, diktator Irak. (IRIB Indonesia/HS)