WFP: Tujuh Juta Warga Yaman Tidak Punya Persediaan Pangan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i34416-wfp_tujuh_juta_warga_yaman_tidak_punya_persediaan_pangan
Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia (WFP), Ertharin Cousin, pada Senin (13/3/2017) dalam laporannya menyebutkan, tujuh juta warga Yaman tidak memiliki persediaan makanan dan dia meminta negara-negara dunia untuk segera menyelesaikan krisis pangan di Yaman.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 14, 2017 09:53 Asia/Jakarta
  • kelaparan di Yaman
    kelaparan di Yaman

Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia (WFP), Ertharin Cousin, pada Senin (13/3/2017) dalam laporannya menyebutkan, tujuh juta warga Yaman tidak memiliki persediaan makanan dan dia meminta negara-negara dunia untuk segera menyelesaikan krisis pangan di Yaman.

AFP melaporkan, Cousin yang berada di Yordania mengatakan, "Kondisi kemanusiaan Yaman sedemikian rupa sehingga 17 juta warga Yaman tidak bisa makan dengan sempurna dan sekitar tujuh juta lainnya tidak lagi memiliki persediaan pangan."

 

Pejabat PBB ini menambahkan, jika kebutuhan pangan warga Yaman dan mereka yang menghadapi ketidakamanan pangan serta menghadapi ancaman kelaparan, tidak segera diselesaikan, maka kondisi di negara ini akan semakin memburuk.  

 

Direktur eksekutif WFP ini menuntut masyarakat internasional untuk mengambil langkah segera dalam hal ini dan menambahkan, "Kita harus segera memenuhi kebutuhan warga Yaman yang terancam kelaparan, selagi masih ada peluang, karena kelaprana di sebuah wilayah berarti banyak orang yang meninggal karena fenomena tersebut."

 

Beberapa waktu lalu, Ahmad bin Shamsi, direktur bagian Timur Tengah dan Afrika Utara di Human Rights Watch juga menyinggung semakin memburuknya kondisi kemanusiaan di Yaman serta menuntut pihak yang terkait dalam krisis di negara itu, untuk mengambil langkah-langkah segera.

 

Berdasarkan laporan Pusat Hukum Yaman, lebih dari 11 ribu warga Yaman tewas dan sekitar 20 ribu lainnya terluka dalam agresi Saudi.

 

Tujuan Arab Saudi menyerang Yaman adalah demi mengembalikan kekuasaan mantan presiden Yaman yang telah mengundurkan diri, Abd Rabbuh Mansur Hadi, yang merupakan sekutu dekat Riyadh.(MZ)