PM Irak: Pembebasan Mosul dari Pendudukan Daesh Makin Dekat
-
Haider al-Abadi
Perdana Menteri Irak menyebut hari pembebasan kota Mosul makin dekat, namun ia memperingatkan tentang tantangan-tantangan pasca pembebasan kota ini.
"Setelah pembebasan Mosul, Irak berada diambang fase baru. Pemeliharaan persatuan nasional, kembalinya para pengungsi ke berbagai wilayah yang telah dibebaskan, pelayanan dan pembangunan infrastruktur merupakan tantangan terpenting dalam tahap pasca kemenangan atas terorisme," kata Haider al-Abadi dalam pidatonya di Kongres Persatuan Nasional di Baghdad, ibukota Irak, Sabtu (29/4/2017), seperti dilansir IRNA.
Ia menambahkan, meskipun minoritas Kristen atau Izadi (Yazidi) menjadi sasaran genosida dan terorisme Daesh (ISIS), namun tidak boleh terjadi balas dendam dengan main hakim sendiri di Mosul, dimana ini akan merusak rekonsiliasi sosial.
Al-Abadi juga memperingatkan metode perang urat syaraf di dalam Irak yang dilancarkan oleh sejumlah gerakan politik dan media.
"Penduduk Mosul dan pasukan keamanan yang sedang berperang melawan teroris di kota ini diminta untuk tidak menyerah pada isu dan kebohongan," tegasnya.
PM Irak lebih lanjut mengabarkan adanya upaya di dalam negaranya untuk menciptakan konflik antara Arab dan Kurdi.
"Ada upaya untuk menyulut konflik antara Kurdi dan Arab, namun saya mengatakan kepada orang-orang Kurdi 'Kalian bukan warga kelas dua, kalian adalah warga Irak seperti warga negara ini lainnya',"ujarnya.
Al-Abadi menjelaskan, satu-satunya cara untuk menghadapi fitnah sektarian di Irak adalah penegasan atas persatuan nasional dan tidak adanya diskriminasi terhadap warga. (RA)