Orban: Hungaria Cegah Perang dengan Menolak Amerika
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i185248-orban_hungaria_cegah_perang_dengan_menolak_amerika
Pars Today - Perdana Menteri Hungaria menyatakan bahwa negaranya mencegah keterlibatan dalam Perang Kosovo pada tahun 1999 dengan menolak permintaan langsung dari Presiden Amerika Serikat saat itu.
(last modified 2026-02-12T10:03:52+00:00 )
Feb 10, 2026 11:09 Asia/Jakarta
  • Perdana Menteri Hungaria Viktor Orbán
    Perdana Menteri Hungaria Viktor Orbán

Pars Today - Perdana Menteri Hungaria menyatakan bahwa negaranya mencegah keterlibatan dalam Perang Kosovo pada tahun 1999 dengan menolak permintaan langsung dari Presiden Amerika Serikat saat itu.

Melaporkan dari Anadolu, IRNA menyebutkan pernyataan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orbán dalam sebuah pesan video yang direkam dan dipublikasikan di platform media sosial X. Ia mengatakan, "Saya ingat pada tahun 1999, Bill Clinton, Presiden Amerika Serikat saat itu, menghubungi saya."

Ia menjelaskan bahwa Clinton memintanya untuk membuka front selatan melawan pasukan Serbia menuju Beograd, ibu kota Serbia, melalui wilayah Vojvodina di utara Serbia.

"Oleh karena itu, fakta bahwa kami tidak terlibat dalam perang saat itu mensyaratkan bahwa pemerintah saat itu harus mengatakan 'tidak, tuan' kepada permintaan langsung Presiden Amerika Serikat. Jika saat itu kami memiliki seorang perdana menteri yang hanya bisa mengatakan 'ya, tuan', maka kami akan sangat terlibat dalam perang itu," tambah Orban.

Orbán pada tahun 1999, pada usia 36 tahun, menjadi Perdana Menteri Hungaria, sebuah jabatan yang dipegangnya hingga tahun 2002. Pada tahun 2010, ia kembali menjadi Perdana Menteri, posisi yang masih dipegangnya hingga kini.

Orbán mengatakan bahwa permintaan itu seharusnya dibahas lebih lanjut dalam pertemuan NATO pada tahun yang sama di Washington, tapi tidak pernah lagi diajukan.

Ia menambahkan, "Jika Anda memiliki keberanian untuk mengatakan tidak, Anda bisa mengatakan tidak."

Reputasi Orbán sebagai pria yang bisa mengatakan 'tidak' terus berlanjut. Sebagai contoh, ia berulang kali menentang pengiriman bantuan militer atau dukungan keuangan kepada Ukraina, dengan alasan bahwa bantuan semacam itu hanya akan memperpanjang perang.(sl)