Hizbullah: Aksi Tahanan Palestina, Suara Perlawanan terhadap Penjajah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i37110-hizbullah_aksi_tahanan_palestina_suara_perlawanan_terhadap_penjajah
Wakil Sekretaris Jenderal Gerakan Muqawama Islam Lebanon (Hizbullah) mengatakan, posisi berani para tahanan Palestina di penjara-penjara rezim Zionis Israel untuk mendukung cita-cita Palestina merupakan suara perlawanan terhadap penjajah.
(last modified 2026-07-20T11:55:11+00:00 )
May 05, 2017 01:44 Asia/Jakarta
  • Sheikh Naim Qassem
    Sheikh Naim Qassem

Wakil Sekretaris Jenderal Gerakan Muqawama Islam Lebanon (Hizbullah) mengatakan, posisi berani para tahanan Palestina di penjara-penjara rezim Zionis Israel untuk mendukung cita-cita Palestina merupakan suara perlawanan terhadap penjajah.

"Tahanan Palestina di penjara-penjara rezim Zionis –dengan perlawanan mereka–telah mengungkap para pemimpin negara-negara Arab dan pejabat internasional yang sejalan dengan rezim Zionis dan tidak mendukung keadilan dan kebenaran," kata Sheikh Naim Qassem dalam pernyataannya, Kamis (4/5/2017).

Ribuan tahanan Palestina mulai mogok makan pada Senin, 17 April bertepatan dengan Hari Tahanan Palestina untuk memprotes kondisi buruk di penjara dan berbagai pembatasan ketat lainnya.

Aksi yang dilakukan dengan slogan "Kebebasan dan Martabat" itu adalah bentuk protes terhadap kebijakan dan perilaku rasis rezim Zionis terhadap tahanam

Sekitar 6.500 tahanan Palestina saat ini mendekam di berbagai penjara Israel dalam kondisi memprihatinkan. 62 orang dari mereka adalah perempuan dan 300 lainnya anak di bawah umur.

Mogok makan tahanan Palestina memperoleh dukungan dari banyak rakyat di berbagai negara dunia. Lembaga-lembaga internasional menuntut Israel untuk memenuhi tuntutan mereka.

Sebelumnya, Duta Besar Palestina untuk Liga Arab pada Rabu malam mengatakan, kondisi 1.600 tahanan Palestina yang mogok makan telah memasuki tahap serius dan berbahaya.

Jamal al-Shobaki mengatakan hal itu ketika menyinggung kondisi para tahanan Palestina yang mogok makan di berbagai penjara rezim Zionis Israel.

Al-Shobaki menjelaskan, rezim Zionis harus dipaksa untuk bertindak berdasarkan peraturan PBB, perjanjian-perjanjian Jenewa, konvensi internasional dan Hak Asasi Manusia.

Dubes Palestina untuk Liga Arab lebih lanjut menegaskan bahwa tuntutan para tahanan Palestina kepada Israel sepenuhnya sesuai dengan semua hukum dan konvensi internasional.

Ia juga memperingatkan memburuknya kondisi para tahanan Palestina yang mogok makan dan semakin meluasnya mogok tersebut. (RA)