Cara Saudi Tutupi Kejahatannya di Yaman
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i37642-cara_saudi_tutupi_kejahatannya_di_yaman
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi dalam wawancara dengan surat kabar al-Arabiya al-Jadida cetakan London, mengatakan rakyat Yaman memiliki banyak senjata dan Arab Saudi tanpa memperhatikan fakta ini, berpikir dapat meraih semua hal dalam waktu yang sangat singkat.
(last modified 2026-07-29T04:05:44+00:00 )
May 15, 2017 11:16 Asia/Jakarta

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi dalam wawancara dengan surat kabar al-Arabiya al-Jadida cetakan London, mengatakan rakyat Yaman memiliki banyak senjata dan Arab Saudi tanpa memperhatikan fakta ini, berpikir dapat meraih semua hal dalam waktu yang sangat singkat.

Ia menolak rumor seputar bantuan senjata Iran ke Yaman dan menegaskan, beberapa negara menuding Tehran menyelundupkan senjata ke Yaman, padahal kami tidak terlibat secara militer dan finansial di Yaman, dan rakyat Yaman juga tidak membutuhkan senjata dari Iran.

"Arab Saudi harus menghentikan tudingan dan kebijakannya yang anti-Iran. Jika itu dilakukan, Tehran siap melakukan dialog bilateral dengan Riyadh," ucap Qasemi.

Berita bohong penyelundupan senjata dari Iran ke Yaman selalu dimuat oleh media-media regional dan dengan cara ini, mereka ingin mengulangi klaim tak berdasar tentang campur tangan Republik Islam dalam urusan negara Arab itu.

Tudingan miring ini tidak pernah terbukti dan PBB juga mengakui bahwa sama sekali tidak ada senjata dari Iran yang mengalir untuk kelompok-kelompok Yaman.

Tudingan tersebut paling tidak mengejar dua tujuan. Pertama; menyebarkan rasa takut atas peran regional Iran. Dengan cara ini, Saudi berusaha menjustifikasi perang ilegal dan pembantaian yang dilakukannya di Yaman. Aksi militer Saudi di Yaman sejak awal memiliki esensi agresi dan sama sekali tidak bisa dicari pembenaran.

Klaim serupa juga disampaikan oleh Inggris, padahal negara Eropa itu memasok senjata terlarang ke Saudi untuk digunakan dalam perang Yaman, dan mereka sendiri harus bertanggung jawab atas kasus ini.

Dan kedua; tudingan itu bertujuan untuk menutupi kelemahan Saudi dalam menguasai Yaman. Meski Saudi dan koalisinya sudah hampir dua tahun menggempur Yaman dan menghancurkan infrastruktur di negara itu, namun mereka belum mampu menguasai Yaman dan justru menghadapi perlawanan sengit dari rakyat Yaman.

Jelas bahwa Saudi telah menyerang integritas teritorial Yaman dan ingin membagi wilayah dan menduduki sebuah negara berdaulat. Televisi Arab Saudi baru-baru ini menurunkan laporan tentang agenda Riyadh untuk menggabungkan daerah-daerah yang diduduki di Yaman ke dalam wilayah Saudi. Oleh karena itu, upaya untuk mencari kambing hitam tidak akan mengubah realita di lapangan.

Yang pasti, serangan Arab Saudi ke Yaman membuat kawasan semakin tidak aman. Aksi itu telah menyuburkan terorisme dan memaksa puluhan ribu orang mengungsi. Namun, rakyat dan para tokoh Yaman tidak akan membiarkan teroris dan rezim agresor mencapai tujuan mereka.

Perlu ditegaskan bahwa Iran – sebagai sebuah kekuatan dan pemain berpengaruh di kawasan – tidak butuh untuk mencampuri urusan negara-negara regional. Republik Islam mendukung solusi politik untuk Yaman dan menilainya sebagai satu-satunya jalan untuk mengakhiri krisis. (RM)