UEA Minta AS Tutup Pangkalan Militernya di Qatar
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i39474-uea_minta_as_tutup_pangkalan_militernya_di_qatar
Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Washington menuntut penghapusan pangkalan militer Amerika Serikat di Qatar. Ia ingin Donald Trump, Presiden AS menggunakan pangkalan udara Amerika di Qatar sebagai alat politik untuk menekan pemerintah Doha.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Jun 14, 2017 14:08 Asia/Jakarta
  • Yousef al-Otaiba, Dubes UEA untuk AS.
    Yousef al-Otaiba, Dubes UEA untuk AS.

Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Washington menuntut penghapusan pangkalan militer Amerika Serikat di Qatar. Ia ingin Donald Trump, Presiden AS menggunakan pangkalan udara Amerika di Qatar sebagai alat politik untuk menekan pemerintah Doha.

Seperti dilansir Sputnik, surat kabar The Hill, Selasa (13/6/2017) mengutip Yousef al-Otaiba, Dubes UEA untuk Washington menulis, AS harus menghapus pangkalan militernya di Qatar, sebab, pangkalan ini menjamin para pejabat Doha dalam menghadapi langkah-langkah anti-Qatar yang telah diambil.

"Pangkalan udara itu adalah kebijakan jaminan yang sangat bagus terhadap segala bentuk tekanan tambahan," kata al-Otaiba pada hari Selasa.

Menurutnya, pangkalan militer AS di Qatar telah memberikan perlindungan bagi pemerintah negara ini untuk terus mendukung ketidakstabilan di Timur Tengah tanpa henti.

"Jika saya ingin jujur, saya pikir alasan belum diambilnya tindakan terhadap Qatar adalah karena pangkalan udara ini," kata Otaiba.

Pangkalan Angkatan Udara al-Udeid AS terletak di barat daya Doha, ibukota Qatar. Menurut Dubes UEA, mungkin lebih baik seseorang di Kongres AS menggelar pertemuan terkait hal ini dan meminta evaluasi untuk memindahkan pangkalan militer tersebut dari Qatar.

"Mungkin seseorang di Kongres harus mendengar dan mengatakan, Anda tahu, 'Haruskah kita mempertimbangkan untuk memindahkannya?" ujarnya.

Al-Otaiba menegaskan, UEA akan segera mengirim daftar tuntutan-tuntutan anti-Qatar kepada AS.

"Jika Qatar tidak mengubah kebijakan-kebijakannya, tekanan-tekanan ekonomi terhadap negara ini akan ditingkatkan," pungkasnya.

Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Mesir pada 5 Juni 2017 memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar atas dasar tuduhan bahwa Doha mendukung kelompok-kelompok teroris.  (RA)