Mantan PM Qatar Akui Keliru Intervensi Suriah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i39514-mantan_pm_qatar_akui_keliru_intervensi_suriah
Mantan perdana menteri Qatar menyebut negara-negara Arab di pesisir Teluk Persia dan AS telah melakukan kesalahan besar di Suriah.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Jun 15, 2017 07:30 Asia/Jakarta
  • Mantan PM Qatar, Hamad bin Jassim bin Jaber Al Thani
    Mantan PM Qatar, Hamad bin Jassim bin Jaber Al Thani

Mantan perdana menteri Qatar menyebut negara-negara Arab di pesisir Teluk Persia dan AS telah melakukan kesalahan besar di Suriah.

Hamad bin Jassim bin Jaber Al Thani dalam wawancara dengan televisi AS, PBS, hari Rabu (14/6) mengatakan, Dukungan Washington terhadap sejumlah kelompok di Suriah merupakan sebuah kekeliruan.

"AS dan negara-negara di pesisir Teluk Persia, termasuk Qatar melancarkan operasi [militer] di Suriah melalui dua porosnya yang berada di Yordania dan Turki," ujar mantan PM Qatar.

Krisis Suriah yang meletus sejak tahun 2011 disulut dengan masuknya kelompok-kelompok teroris yang didukung Arab Saudi, AS dan sekutunya, termasuk Turki dengan target menggulingkan pemerintahan Bashar Assad.

Hamad bin Jassim bin Jaber Al Thani dalam statemennya menyinggung bahaya kelompok-kelompok teroris yang beroperasi di Suriah.

"Kini kami paham, ketika aksi kelompok-kelompok [teroris] di Suriah berakhir, maka mereka akan menyerang kami," papar Hamad bin Jassim bin Jaber Al Thani.

Di bagian lain pernyataanya, mantan perdana menteri Qatar menyinggung hubungan Doha dengan Tehran.

"Qatar berupaya untuk melanjutkan hubungan normal dan baik dengan Iran," tukasnya.

Menurut Sheikh Hamad bin Jassim, Iran adalah negara tetangga Qatar, dan kedua negara memiliki sumber daya gas bersama. Oleh karena itu, hubungan baik dengan Iran merupakan langkah normal dan legal.

Menjawab klaim Saudi dan sekutunya mengenai hubungan Doha dengan Tehran, mantan perdana menteri Qatar mengungkapkan, "Hubungan Qatar dan Iran tidak bertentangan dengan kepentingan Dewan Kerja sama Teluk [Persia]".

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada 5 Juni 2017. Mereka menuding Qatar tidak sejalan dengan kepentingan negara-negara regional Arab, dan Doha dianggap mendukung kelompok-kelompok yang disokong Iran di kawasan.