Qatar Peringatkan tentang Dampak Serangan terhadap Fasilitas Energi Iran
-
Saad bin Sherida Al-Kaabi, menteri energi Qatar
Pars Today – Menteri Energi Qatar mengumumkan bahwa dia telah memperingatkan pejabat Amerika Serikat, termasuk mantan Menteri Energi negara tersebut, mengenai konsekuensi serius dari serangan terhadap fasilitas energi Iran.
Menurut laporan IRNA Sabtu (21/3/2026) yang dikutip dari Arabi 21, “Saad bin Sherida Al-Kaabi,” Menteri Energi sekaligus Presiden Qatar Energy, menyatakan bahwa ia telah memberikan informasi kepada para eksekutif senior perusahaan minyak dan gas serta pejabat AS tentang kemungkinan kerusakan pada fasilitas energi Iran.
Al-Kaabi, dengan merujuk pada pentingnya fasilitas minyak dan gas dalam menyediakan energi global, menegaskan, “Serangan ini dapat memiliki konsekuensi yang luas bagi kawasan dan pasar energi.” Dia menambahkan bahwa kerusakan pada infrastruktur vital dapat mempengaruhi pasokan gas alam cair dan produk energi lainnya selama bertahun-tahun.
Dia juga merujuk pada serangan terbaru terhadap lapangan gas Iran di Pars Selatan dan menekankan bahwa dia tidak menerima peringatan sebelumnya. Peristiwa ini memicu reaksi dari beberapa negara di kawasan, termasuk Kuwait, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Qatar.
Al-Kaabi menjelaskan tentang kerusakan akibat serangan terhadap fasilitas di Ras Laffan, mengungkapkan bahwa sebagian kapasitas ekspor gas alam cair di kawasan telah berkurang dan dampaknya mungkin akan berlangsung hingga lima tahun. Dia menambahkan bahwa beberapa unit pendingin gas telah sepenuhnya hancur dan proses untuk kembali ke kondisi normal akan memerlukan waktu.
Menteri Energi Qatar juga memperingatkan bahwa perang dan ketegangan regional akan memiliki konsekuensi ekonomi yang luas bagi negara-negara Teluk dan lebih jauh lagi, yang dapat mempengaruhi berbagai sektor ekonomi termasuk perdagangan, pariwisata, dan transportasi. (MF)