Netanyahu Menentang Kesepakatan Gencatan Senjata di Suriah
-
Benjamin Netanyahu
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menentang kesepakatan gencatan senjata AS-Rusia yang baru-baru ini tercapai di Suriah selatan.
Hal itu disampaikan Netnayahu pada pertemuannya dengan Presiden Perancis, Emmanuel Macron.
Usai pertemuan pada Ahad (16/7/2017) itu, Netanyahu mengatakan kepada wartawan bahwa Tel Aviv benar-benar menentang kesepakatan gencatan senjata di Suriah selatan, yang menurutnya membuka peluang lebih luas bagi kehadiran Iran di negara Arab itu.
Seorang pejabat tinggi Israel, yang berbicara secara anonim, mengklaim bahwa Tehran berencana mengerahkan pasukan militer yang luas termasuk pembentukan sebuah pangkalan udara untuk pesawat Iran dan pangkalan angkatan laut di Suriah selain mengirim penasehat militer ke negara Arab itu.
Perdana Menteri Israel juga membahas isu kesepakatan gencatan senjata tersebut dengan Menlu AS, Rex Tillerson via telepon pada Ahad malam.
Pada tanggal 7 Juli, Rusia, AS dan Yordania sepakat untuk mendukung gencatan senjata di bagian barat daya Suriah dan membentuk zona aman yang mencakup provinsi- Daraa, Suwayda dan Quneitra, di daerah yang berbatasan dengan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.
Kesepakatan trilateral mengenai penghentian kontak senjata itu diumumkan setelah sebuah pertemuan antara Presiden Rusia, Vladimir Putin dan mitranya dari Amerika, Donald Trump, di sela-sela KTT G20 di kota Hamburg, Jerman.(MZ)