Rezim Zionis Dukung Referendum Pemisahan Kurdistan dari Irak
-
Wilayah Kurdistan
Menteri Kehakiman rezim Zionis Israel mendukung rencana pemisahan wilayah Kurdistan Irak dari negara ini.
Ayelet Shaked dalam pernyataannya pada Selasa (25/7/2017) menyinggung rencana referendum pemisahan wilayah Kurdisan Irak, dan mengklaim bahwa warga Kurdi benar-benar layak untuk memiliki pemerintahan yang independen.
Ia menilai pembagian wilayah Irak sebagai langkah yang akan menguntungkan Israel.
Ayelet Shaked mengatakan, pembentukan pemerintahan Kurdi bisa bertindak sebagai penyangga dan mitra penting bagi Israel.
Sebelumnya, beberapa kargo minyak wilayah Kurdistan Irak dijual di pelabuhan-pelabuhan Israel, dan Tel Aviv menginginkan minyak dari wilayah tersebut.
Pembagian wilayah Irak merupakan keinginan Amerika Serikat dan rezim Zionis, dimana secara umum, pembagikan wilayah negara-negara independen di kawasan Asia Barat merupakan konspirasi bersama antara AS dan Israel.
Rakyat dan pemerintah Irak memahami konspirasi tersebut dan menentang upaya referendum pemisahan Kurdistan dari Irak.
Haider al-Abadi, Perdana Menteri Irak dalam pernyataannya pada Selasa menegaskan bahwa referendum pemisahan Kurdistan bertentangan dengan konstitusi Irak dan ilegal.
Partai-parti wilayah Kurdistan Irak dalam pertemuan yang dihadiri oleh Masoud Barzani, pemimpin wilayah ini pada tanggal 7 Juni 2017 telah sepakat untuk menyelenggarakan referendum pemisahan diri dari Irak pada tanggal 25 September 2017. Namun sebagian kalangan internal Kurdistan menentang penyelenggaraan referendum ini.
Upaya Kurdistan untuk menyelenggarkan referendum pemisahan dari Irak menuai reaksi tegas dari para pejabat pemerintah Baghdad dan berbagai kelompok politik.
Jaringan televisi NRT yang menjadi salah satu jaringan televisi terbesar di wilayah Kurdistan Irak melaporkan bahwa sejak bulan lalu, jaringan ini telah menggelar jajak pendapat di akun Facebooknya, di mana dari 92.000 peserta, sekitar 57.000 orang menyatakan akan memberikan suara menolak dalam referendum pemisahan Kurdistan dari Irak. (RA)